Banyak Warga Percaya Hoaks, Nurdin Abdullah: Ini Jadi Kendala Vaksinasi Covid

Muhammad Arham Hamid ยท Kamis, 14 Januari 2021 - 12:34:00 WITA
Banyak Warga Percaya Hoaks, Nurdin Abdullah: Ini Jadi Kendala Vaksinasi Covid
Gubernur Nurdin Abdullah dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Istimewa).

MAKASSAR, iNews.id - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, meminta masyarakat tidak mudah mempercayai hoaks soal vaksin Covid-19. Hal ini menjadi kendala bagi pemerintah menjalankan program vaksinasi untuk mencegah penularan virus corona.

Dia mengatakan, masyarakat banyak yang bingung karena berita hoaks yang beredar. Padahal solusi untuk pandemi Covid-19 yakni vaksin.

"Pemerintah mengalami hambatan yang cukup berat. Karena banyaknya informasi yang beredar yang membuat masyarakat ragu akan program vaksinasi ini," kata Nurdin dalam launching vaksin Covid di Kota Makassar, Sulsel, Kamis pagi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, vaksinasi ini bukan lagi tahapan uji coba, karena telah melalui proses uji klinis dan juga telah memiliki izin.

Sejumlah izin tersebut dari BPOM berupa sertifikat penggunaan Darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikat halal dan suci dari MUI.

"Tapi vaksinasi tahap awal ini dibuka untuk tenaga kesehatan untuk bertujuan melindungi tenaga kesehatan, karena kita tahu bahwa tenaga kesehatan adalah kelompok paling rentan tertular Covid-19 ini," katanya.

Lauching program vaksinasi di Sulawesi Selatan dilaksanakan hari ini di Rumah Sakit Dadi Makassar. Untuk tahap awal vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan dan juga pejabat publik.

Ada 59.127 tenaga kesehatan di 24 kabupaten dan kota yang akan menerima vaksin. Tahap penyuntikan untuk para tim medis berlangsung selama dua bulan, Januari-Februari 2021.

Vaksinasi akan dilakukan di 470 Puskesmas dan klinik serta 30 rumah sakit umum daerah Baik pemerintah daerah dan TNI-Polri. Selanjutnya, secara bertahap akan diberikan kepada masyarakat umum secara bertahap.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal