Banjir di Sidrap Sulsel Rendam Ratusan Rumah, Sekolah Diminta Liburkan Siswa  

Antara · Senin, 13 Januari 2020 - 00:00:00 WITA
Banjir di Sidrap Sulsel Rendam Ratusan Rumah, Sekolah Diminta Liburkan Siswa  
Gubernur Sulsel M Nurdin Abdullah (tiga kiri) meninjau lokasi banjir di sejumlah derah di Sulsel. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id – Ratusan rumah terendam di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama tiga hari terakhir, Minggu (12/1/2020).

Kepala BPBD Sulsel Ni'mal Lehamang mengatakan, selain ratusan rumah, banjir akibat hujan secara terus menerus selama tiga hari dengan intensitas tinggi itu juga merendam dua kantor pemerintahan, tujuh sekolah, dan fasilitas kesehatan.

"Banjir yang terjadi akibat hujan deras yang terus-menerus sejak tiga hari terakhir di Sidrap. Sesuai data sementara yang masuk tercatat 460 rumah," katanya.

Dari data yang diperoleh dari gabungan BPBD Sidrap,TNI, Polri, Tagana, Act Mri, Satpol PP, dan para Relawan disebutkan banjir terjadi disejumlah kecamatan di Sidrap diantaranya Kecamatan Maritengngae, Kecamatan Watang Pulu, Kecamatan Dua Pitue dan Kecamatan Baranti serta Kecamatan Tellu Limpoe

Untuk Kecamatan Maritengngae merendam 2 kantor pemerintahan, tiga sekolah, dan 1 fasilitas kesehatan. Selanjutnya Kecamatan Watang Pulu merendam empat sekolah serta mengakibatkan satu pohon tumbang.

Kecamatan Maritengngae yakni sebanyak 6 pohon telah di evakuasi (Depan Kantor DRRD, Depan Kodim 1420, Jalan Poros Soppeng, Poros Rappang, lokasi taman Ganggawa Pangker, Jalan Wolter. Monginsidi.

Adapun tiga kecamatan yang lain yang terdampak banjir masing-masing Dua Pitue, Baranti, dan Tellu Limpoe mengakibatkan sawah petani terendam.

BACA JUGA: 

Angin Puting Beliung Terjang Bantaeng, BMKG Keluarkan Status Siaga Waspada

Cuaca Buruk, Nelayan di Jeneponto Sulsel Sudah 2 Hari Tidak Melaut

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan menginstruksikan kepala sekolah terdampak  banjir untuk meliburkan siswanya. "Jadi sekolah yang berisiko,  kita minta kepala sekolah untuk mengambil antisipasi (meliburkan)," kata Plt Kadis Pendidikan Sulsel Asri Sahrun di Makassar, Minggu.

Pada hari ini, empat kabupaten di Sulawesi Selatan terkena banjir akibat hujan yang turun dengan intensitas yang cukup tinggi yakni di Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Khusus di Sidrap, berdasarkan data yang diterima BPBD Sulsel ada sebanyak tujuh sekolah yang terendam banjir di dua kecamatan yakni Kecamatan Maritengngae (3 sekolah) dan Kecamatan Watang Pulu sebanyak empat sekolah.

Sementara itu, Disdik Sulsel segera mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah yang terkena dampak banjir untuk mengambil antisipasi jika kondisi di daerahnya tidak memungkinkan dilakukan proses belajar mengajar.

Disdik juga meminta kepada pihak sekolah memperhatikan kondisi siswanya yang mengalami kebanjiran. "Mungkin kita sudah edarkan besok (Senin) agar bisa diketahui pihak sekolah yang terkena dampak banjir," kata dia.

Soal berapa lama waktu libur yang diberikan, kata dia, tentunya tergantung dengan kondisi banjir di tiap-tiap sekolah. "Jadi kita serahkan ke pihak sekolah jangka waktu libur sampai kapan. Tentu tergantung kondisi disana(daerah banjir)," ujarnya.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: