Angin Puting Beliung Terjang Bantaeng, BMKG Keluarkan Status Siaga Waspada

Kastolani, Antara ยท Minggu, 12 Januari 2020 - 23:05 WITA
Angin Puting Beliung Terjang Bantaeng, BMKG Keluarkan Status Siaga Waspada
Bangunan SD Inpres 73 Paranglabbua, Bantaeng, Sulsel rusak berat tertimpa pohon tumbang akibat angin puting beliung, Minggu (12/1/2020). (Foto: Repro.BNPB)

BANTAENG, iNews.id – Bencana angin puting beliung menerjang Lingkungan Paranglabbua, Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Minggu (12/1/2020). Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, namun tiga bangunan rusak parah.

Dari data Pusdalops BPBD Kabupaten Bantaeng, bencana tersebut terjadi pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian itu, dua ruang kelas sekolah dasar (SD) Inpres 73 Paranglabbua rusak berat dan rumah dinas rusak sedang (RS).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan, BPBD Bantaeng dan Kodim 1410 Bantaeng telah melakukan upaya pendataan dan kordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat.

“Tidak ada korban yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. Kerugian ditaksir kurang lebih mencapai Rp. 200 juta,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:

Cuaca Buruk, Nelayan di Jeneponto Sulsel Sudah 2 Hari Tidak Melaut

Jangan Takut, BMKG Pastikan Tidak Ada Zona Megathrust di Selat Makassar

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan status siaga waspada menyusul aktivitas angin Muson Asia yang bergerak di wilayah Sulawesi Selatan hingga dua hari terakhir yang menjadikan sejumlah daerah terendam banjir akibat intensitas curah hujan tinggi.

"Saat ini curah hujan dengan intensitas lebat dan sedang masih mengguyur sejumlah wilayah pesisir bagian barat serta wilayah selatan di Provinsi Sulawesi Selatan," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Esti Kristanti di Makassar.

Selain itu, BMKG mengeluarkan himbauan siaga banjir dan waspada bencana alam di sejumlah wilayah Sulsel, mengingat dari pantauan pergerakan curah hujan yang hampir merata dengan intensitas lebat hingga 50 milimeter.

Tidak hanya itu, pergerakan angin Muson Asia yang bergerak dari Filipina menuju wilayah Sulawesi juga berdampak di Kota Makassar dan sekitarnya seperti Kota Pare-pare, Kabupaten Pinrang, Barru, Soppeng, Barru, Pangkep, Maros, Takalar, Gowa, Jeneponto serta sejumlah kabupaten lainnya di Sulsel, dengan status siaga banjir dan angin kencang.

Kondisi ini dikarenakan menguatnya angin Muson Asia di wilayah Sulsel dan sekitarnya dan kemudian peningkatan pergerakan konferensi atau pertemuan angin serta suhu muka air laut di sekitar wilayah perairan Makassar yang menimbulkan pertumbuhan awan konvektif, terutama di perairan selat Makassar yang tidak hanya menyebabkan terjadi hujan dengan intensitas sedang serta lebat disertai angin kencang.

"Oleh karena itu, BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan status siaga waspada di wilayah Provinsi Sulsel berdasarkan analisis peta berbasis dampak," katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki