Bacakan Pleidoi, Nurdin Abdullah Minta Dibebaskan dari Semua Dakwaan dan Tuntutan

Muhammad Arham Hamid ยท Selasa, 23 November 2021 - 19:38:00 WITA
Bacakan Pleidoi, Nurdin Abdullah Minta Dibebaskan dari Semua Dakwaan dan Tuntutan
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah membacakan pleidoi dalam sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (23/11/2021). (Foto: iNews.id/Arham Hamid)

MAKASSAR, iNews.id - Gubernur Sulsel nonaktif, Prof HM Nurdin Abdullah (NA) meminta keadilan hakim untuk membebaskannya dari tuntutan JPU KPK. Hal itu diungkapkan NA saat membacakan nota pembelaan pribadi atau pleidoinya selama kurang lebih 30 menit di hadapan Majelis Hakim, JPU KPK, dan Kuasa Hukumnya.

“Saya memohon kepada yang mulia majelis hakim sebagai pintu terakhir penjaga keadilan, mohon bebaskan saya dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum,” katanya  dalam sidang lanjutan dugaan kasus suap dan gratifikasi di lingkup Pemprov Sulsel, Selasa (23/11/2021).

NA kemudian menyampaikan keinginannya menyelesaikan janji-janji kepada masyarakat Sulsel. Salah satunya dengan menuntaskan pembangunan Stadion Mattoanging.

“Saya ingin kembali mendengar riuhan teriakan dan tepuk tangan para pecinta sepak bola, ditemani dengan kilauan lampu dibangunan megah stadion kita bersama, Stadion Mattoangin,” katanya.

Provinsi Sulsel adalah pintu masuk kawasan Indonesia Timur, memiliki stadion berstandar internasional adalah idaman masyarakat pada umumnya. 

“Saya rasa tidak berlebihan apabila kita meng-apresiasi jiwa sportivitas masyarakat, dengan membangun Stadion Mattoangin berstandar FIFA. Stadion tersebut saat ini sudah diserahkan ke pemprov dan sudah 1 tahun ini rata dengan tanah tanpa pembangunan. Izinkan saya menyelesaikan pembangunannya agar Sulawesi Selatan kembali memiliki stadion yang akan menjadi kebanggaan masyarakat,” ucap NA.

Selain melanjutkan pembangunan Stadion Mattoanging, NA juga menyebut masih banyak daerah terisolir yang membutuhkan akses jalan. 

Dia ingin menolong lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan. “Masyarakat kita di pulau banyak yang belum tersentuh dengan air bersih dan listrik. Izinkan saya untuk menyelesaikan janji-janji saya ke masyarakat, agar saya tidak perlu risau dengan pertanggung jawaban saya nanti di akhirat,” ujarnya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: