Jangan Takut, BMKG Pastikan Tidak Ada Zona Megathrust di Selat Makassar

Antara ยท Sabtu, 11 Januari 2020 - 20:25 WIB
Jangan Takut, BMKG Pastikan Tidak Ada Zona Megathrust di Selat Makassar
Ilustrasi gempa. (Foto: Istimewa).

MAKASSAR, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak ada zona megathrust di Selat Makassar. Kabar beredar yang viral tersebut disebut sebagai informasi yang menyesatkan alias hoaks.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, di Selat Makassar tidak ada aktivitas penunjaman lempeng. Sumber gempa di sana yakni Makassar Strait Thrust yang artinya sesar naik Selat Makassar.

"Tentu saja informasi itu (zona megathrust di Selat Makassar) tidak benar," kata Daryono saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (11/1/2020).

Daryono menjelaskan, megathrust merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa di zona penunjaman lempeng, tepatnya lajur subduksi landai dan dangkal.

BACA JUGA: Mesin Kapal Mati, Lima Nelayan Terjebak di Laut Bajoe Sulsel

Sedangkan wilayah Pulau Sulawesi merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Disebut seismik aktif karena memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi.

"Disebut kompleks karena memiliki banyak sebaran sumber gempa dengan berbagai mekanisme," ujar dia.,

Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Studi gempa Nasional, wilayah Pulau Sulawesi memiliki 48 struktur sesar aktif dan satu zona Megathrust Sulawesi Utara.

Di Sulawesi, zona megathrust ini berhadapan dengan wilayah pesisir pantai utara Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Tengah (Sulteng) bagian utara.

BACA JUGA: Duh, Cuaca Ekstrem Pengaruhi Produksi Ikan Teri di Lembata

"Megathrust Sulut merupakan sumber gempa yang berpotensi memicu gempa kuat," ujar dia.

Catatan sejarah gempa dan tsunami menunjukkan bahwa di Pulau Sulawesi dan sekitarnya sejak tahun 1.800 sudah terjadi lebih dari 69 kali gempa merusak dan tsunami.

Peristiwa gempa merusak terjadi lebih dari 45 kali dan tsunami lebih dari 24 kali. Sebagian besar gempa dan tsunami di Sulawesi dipicu oleh aktivitas sesar aktif,.

"Bukan aktivitas zona megathrust," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal