5 Patung Yesus Terbesar di Indonesia, Nomor 4 Disebut Tertinggi di Dunia

Candra Setia Budi · Kamis, 24 November 2022 - 13:42:00 WITA
5 Patung Yesus Terbesar di Indonesia, Nomor 4 Disebut Tertinggi di Dunia
Lima patung Yesus terbesar di Indonesia, salah satunya bahkan disebut tertinggi di dunia. (Foto: Wikipedia/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak patung Yesus terbesar di Indonesia. Salah satunya yakni Patung Yesus Buntu Burake yang ada Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), patung ini tingginya mencapai 45 meter.

Patung ini disebut-sebut sebagai patung tertinggi di dunia mengalahkan patung Yesus yang ada di Rio de Janeiro, Brasil. Patung Yesus Buntu Burake berada di atas bukit setinggi 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan tinggi 45 meter, sementara Patung Yesus di Brasil tingginya 38 meter dan berada di ketinggian 710 mdpl.

Namun, bukan hanya di Tana Toraja, Patung Yesus terbesar juga terdapat di Manado (Sulawesi Utara) yakni Patung Yesus Membekati dengan tinggi mencapai 30 meter.

Lalu, di mana saja patung Yesus terbesar di Indonesia?

1. Patung Yesus Membekati, Manado

Patung Yesus Memberkati ini berada di Manado dengan ketinggian 30 meter.  Patung ini terbuat dari 25 ton serat logam dan 35 ton baja, dan terletak di puncak perumahan Citraland Manado. 

Patung ini telah menjadi ikon baru Kota Manado dan pada tahun 2010, ini adalah patung tertinggi ke-2 di Asia dan patung Yesus tertinggi ke-4 di dunia.

2. Patung Yesus Pulau Mansinam

Dikutip dari Antara, patung Yesus setinggi 30 meter tersebut dibangun atas inisiatif pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kemendikbud dan Kemen PU sebagai tanda peringatan penyebaran peradaban, pendidikan, agama di Irian (Papua) yang dimulai pada 5 Februari 1855 oleh dua pendeta Kristen, Ottow dan Geisher.

Patung Yesus yang dibangun di Pulau Mansinam menjadi ikon penyebaran Injil di tanah Papua.

Pemerintah menghabiskan dana sekitar Rp7-8 miliar untuk membangun patung ini, lalu diresmikan langsung oleh SBY saat ia masih menjabat sebagai presiden pada Agustus 2014 silam.

Editor : Candra Setia Budi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: