2 Dosen UMI yang Terlibat Adu Mulut Terancam Dinonaktifkan

Herman Amiruddin · Selasa, 23 Februari 2021 - 16:43:00 WITA
2 Dosen UMI yang Terlibat Adu Mulut Terancam Dinonaktifkan
Tangkapan layar video saat dosen laki-laki menampar dosen perempuan dengan botol air mineral di Gedung Fakultas Sastra UMI, pada Senin (22/2/2021).

MAKASSAR, iNews.id - Dua dosen yang terlibat adu mulut di Fakultas Sastra UMI Makassar, akan mendapatkan sanksi dinonaktifkan jika terbukti melanggar kode etik kampus. Kedua dosen itu kini menjalani pemeriksaan oleh Komisi Kode Etik Kampus.

Dekan Fakultas Sastra UMI, Prof Muhammad Basri Dalle mengatakan, dua dosen yang terlibat adu mulut akan di-nonaktifkan, jika keduanya terbukti bersalah.

"Itu akan diberlakukan apabila keduanya dinyatakan melanggar kode etik," kata Nasri, Selasa (23/2/2021).

Dia mengatakan, kasus adu mulut kedua dosen itu kini sudah ditangani Komisi Kode Etik Kampus. Dari hasil sidang kode etik itu, nanti akan diputuskan sanksinya. 

"Kalau memang dianggap suatu kekerasan bisa jadi. Tapi sampai hari ini belum bisa kita katakan (kekerasan) karena nanti sudah ditangani kode etik tingkat universitas," kata Basri.

Prof Basri mengaku terkait adu mulut hingga berujung saling gampar tersebut merupakan kesalahpahaman saja. Kedua dosen tersebut kini sudah didamaiakan.

"Kami sudah panggil dua duanya, mau didamaikan karena tingkatan di fakultas itu harus ada upaya. Sebelum dikirim ke tingkat universitas kita dulu di tingkat fakultas," jelasnya.

Atas kejadian ini, Prof Basri berharap tidak melebar ke pihak lain. Utamanya bagi mahasiswa agar tidak terprovokasi untuk membuat aksi balasan.

Diketahu dua dosen itu diketahui menduduki jabatan penting di fakultasnya, yakni sama-sama menduduki jabatan Ketua Jurusan Program Studi yang berbeda. 

"Kami berharap ini tidak meluas. Iya betul, sama-sama ketua prodi, yang perempuan ketua prodi ilmu komunikasi, yang satu (Laki-laki) Ketua Prodi Pendidikan bahasa Inggris," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki