17 Anggota Geng Motor Diamankan Usai Aksi Penyerangan dan Pembakaran di Makassar

Wahyu Ruslan ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:31 WITA
17 Anggota Geng Motor Diamankan Usai Aksi Penyerangan dan Pembakaran di Makassar
Polda Sulsel memaparkan kasus penyerangan dua anggota geng motor di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (13/8/2020). (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNews.id – Sebanyak 17 anggota geng motor ditangkap petugas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah melakukan aksi penyerangan dan pembakaran di Kota Makassar, beberapa hari lalu. Polisi juga masih memburu 14 orang lainnya yang terlibat dalam keributan tersebut.

Polisi mengamankan ke-17 anggota kawanan geng motor ini dari beberapa lokasi berbeda di Kota Makassar. Komplotan geng motor ini merupakan gabungan dari dua kelompok, yakni Mawas dan Gowa, yang menyerang kelompok geng motor lain dan membakar sepeda motor di Jalan Cendrawasih pada 7 Agustus lalu.

“Pelakunya 31 orang. Yang 14 orang masih dikejar. Mereka ini kolaborasi dari dua kelompok geng motor,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Kombes Pol Didik Agung Widjanarko dalam konferensi pers di Mapolda Sulsel, Kamis (13/8/2020).

Para pelaku langsung diamankan di Mapolda Sulsel. Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya 15 anak panah, satu pelontar atau busur, dan satu bekas petasan.

Polda Sulsel memaparkan kasus penyerangan dua anggota geng motor di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (13/8/2020). (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)
Polda Sulsel memaparkan kasus penyerangan dua anggota geng motor di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (13/8/2020). (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)

Adapun motif penyerangan ini sebagai bentuk balas dendam terhadap kelompok geng motor lainnya. Mereka beralasan sebelumnya pernah diserang oleh kelompok bernama geng motor Ablam.

Kelompok geng motor Mawas dan Gowa sebelumnya telah menyusun rencana sebagai aksi balas dendam terhadap geng motor Ablam. Pada 7 Agustus lalu, mereka kemudian menemui geng motor Ablam yang menyaksikan balap liar di Jalan Cendrawasih.

Puluhan anggota geng motor dari dua kelompok berbeda ini selanjutnya menyerang anggota geng motor Ablam dengan menggunakan petasan dan busur. Akibatnya, kelompok lainnya berhamburan dan melarikan diri.

Dalam penyerangan itu, komplotan geng motor ini juga membakar sepeda motor milik korban. Tak hanya itu, mereka mencuri handphone, helm, dan topi para korban.

Hasil pemeriksaan sementara, selain terlibat penyerangan kelompok Ablam, komplotan geng motor yang diamankan juga kerap membuat onar. Para pelaku sering membusur atau memanah pengendara sepeda motor yang melintas tanpa sebab sehingga menimbulkan keresahan warga.

“Mereka ini menantang orang lain jadi pesaing dan acak beraksi. Ada orang yang lewat naik motor, tiba-tiba dibusur. Ada jalur-jalur tertentu yang rawan. Perbuatan mereka ini kan membuat keresahan,” kata Kombes Pol Didik Agung Widjanarko.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan dengan Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara dan Pasal 170 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.


Editor : Maria Christina