12 Kabupaten di Sulsel Ini Dinyatakan Sudah Aman dari Penyebaran Covid-19

Nani Suherni ยท Senin, 01 Juni 2020 - 09:16 WIB
12 Kabupaten di Sulsel Ini Dinyatakan Sudah Aman dari Penyebaran Covid-19
Kepala Dinkes Sulsel dr Ichsan Mustari. (Foto: Pemprov Sulsel)

MAKASSAR, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan, sebanyak 12 kabupaten itu sudah aman dari penyebaran virus corona atau Covid-19. Hal ini menyusul berbagai langkah dan terobosan yang telah dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam menangani virus tersebut.

Adapun kabupaten yang telah dinyatakan aman dari Covid-19 yakni, Kabupaten Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Palopo, dan Pinrang.

Kepala Dinkes Sulsel dr Ichsan Mustari mengatakan, 12 wilayah atau daerah di Sulsel dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19 karena angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di daerah itu sudah di bawah satu.

"Sebanyak 12 wilayah yang dinyatakan aman dan dikelompokkan dalam Rt di bawah satu dengan jumlah pasien positif nol," kata Ichshan Mustari dikutip dari situs resmi Pemprov Sulsel, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya, kasus Covid-19 di Sulsel semakin menurun dibuktikan dengan adanya 12 kabupaten yang dinyatakan aman dari penyebaran virus pertama kali ditemukan di China itu.

"Sampai saat ini angka kesembuhan semakin tinggi dan kasus Covid-19 semakin menurun. Bahkan angka reproduksi (RT) virus pun menurun di posisi di bawah satu yang sebelumnya capai angka 3,8," katanya.

Dia juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir pada Mei 2020 ini, sesuai dengan pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Dengan berakhirnya pandemi, maka proses penanganan Covid-19 segera berakhir.

"Pernyataan itu berlandaskan pada indikator bawa pada pertengahan Mei 2020, kurva orang yang terpapar Covid-19 di Sulsel melandai. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 39 persen lebih. Ini rasio tertinggi secara nasional," katarnya.

Dia menjelaskan, virus Covid-19 memang tidak akan pernah hilang sampai vaksin dan obat-obat ditemukan. Namun, penyebaran virus ini bisa ditangani secara medis dalam kondisi normal.

Saat ini, jumlah persediaan kamar rumah sakit di Sulsel jauh melebihi cukup. Demikian juga dokter dan fasilitas untuk karantina terpusat. Dengan indikator-indikator tersebut dan sistem penanganan yang tertata baik dilakukan terpusat di Makassar, diharapkan wabah Covid-19 di Sulsel selesai akhir Mei 2020.

"Pandemi Covid -19 memang berangsur melandai. Kejadian luar biasa atau pandeminya diharapkan selesai pada akhir Mei 2020. Virus Covid-19 tidak akan hilang, tetapi menjadi sakit biasa. Bukan lagi kejadian luar biasa atau pandemi," katanya.


Editor : Maria Christina