Dia menyebut peristiwa tersebut murni akibat miskomunikasi antara kepala sekolah dan guru honorer.
“Tadi kita sudah damaikan, cuma misskomunikasi,” katanya.
Pascamediasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, konflik internal tersebut dinyatakan selesai. Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 7 Bontoramba kini telah kembali berjalan normal seperti sediakala.
Pihak Disdik Jeneponto mengimbau seluruh tenaga pendidik dan kepala sekolah agar mengedepankan komunikasi yang baik serta profesionalisme demi menjaga iklim pendidikan yang kondusif.
Dalam video yang beredar luas, guru honorer perempuan itu mengaku telah mengabdi selama empat tahun di sekolah tersebut. Namun, tiba-tiba dikeluarkan setelah mempertanyakan pergantian dirinya dengan kerabat kepala sekolah.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait