Ilustrasi pesawat ATR 400 yang hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan membawa 11 kru dan penumpang. (foto: Ilustrasi AI)

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menjelaskan kronologi hilangnya kontak pesawat berdasarkan laporan Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC). Pesawat ATR 400 tersebut diarahkan untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,” tulis Lukman melalui keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

ATC kemudian memberikan beberapa instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Namun, setelah arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus.

“Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap pesawat ATR 400 yang hilang kontak di Maros masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Basarnas memastikan perkembangan terbaru terkait kondisi para korban.


Editor : Donald Karouw

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network