Polres Gowa, Sulsel meminta masyarakat untuk menunda perjalanan dari dan ke Malino karena terjadi longsor di Jalan Poros Malino, Senin (21/2/2022). (Foto: Antara)
Antara

MAKASSAR, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan terjadinya bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sulsel. Bencana ini disebabkan cuaca buruk yang berlangsung sejak dua hari terakhir.

"Ada beberapa daerah di kabupaten yang terdampak bencana. Saat ini tim sedang melaksanakan asesmen dan pendataan di lokasi," ujar Kepala BPBD Sulsel, Muhammad Firda saat dikonfirmasi, Senin (21/2/2022). 

Data yang diterima BPBD Sulsel melalui BPBD Kabupaten Jeneponto dilaporkan, hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (20/2/2022) pagi, memicu debit air sungai setempat meluap. Hal ini mengakibatkan banjir di beberapa lokasi dan merendam rumah warga.

Seperti di Desa Lentu, Kecamatan Tamalatea, derasnya arus air merendam beberapa rumah warga dan puluhan hektare lahan persawahan. Kemudian jembatan dan Jalan Poros Boyong tidak bisa dilalui kendaraan hingga mengakibatkan kemacetan.

Begitu pula pemukiman di belakang pasar Tamanroya banjir mencapai 1,5 meter. Sejumlah ruas jalan Poros di kabupaten setempat juga terendam air hingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa, namun kerugian diderita gagal panen. Tim TRC BPBD setempat telah berada di lokasi untuk membantu warga.

Sementara itu, data BPBD dari Kabupaten Tana Toraja yang masuk, dilaporkan belasan unit rumah terdampak tanah bergerak atau longsor. Tanah bergerak terjadi karena intensitas hujan lebat sejak 17 Februari hingga 20 Februari 2021 di Lembang Rano Tengah, Kabupaten Tana Toraja.

"Awalnya hanya tujuh unit rumah terdampak, korban 11 Kepala Keluarga (KK) dengan 35 jiwa. Hari ini bertambah menjadi 11 rumah, dan yang harus direlokasi, sebanyak 16 KK dari 46 jiwa," ujarnya.

Selain itu, dilaporkan musibah tanah longsor juga terjadi di Jalan Poros Malino Kilometer 64, Kabupaten Gowa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu lapak dagangan tertimpa longsor. Kemudian akses jalan terhambat karena sebagian aspal amblas hingga material longsoran tanah menutupi jalanan.

Di konfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Maros, Andi Fadly melaporkan, bencana banjir terdampak di delapan kecamatan. Ketinggian air bervariasi antara lutut orang dewasa hingga pinggang orang dewasa.

Banjir terjadi sejak Minggu (20/2/2022) hingga Senin (21/2/2022). Delapan kecamatan yang terdampak banjir tersebut meliputi Kecamatan Turikale, Lau, Bontoa, Maros Baru, Marusu, Moncongloe, Simbang, serta Bantimurung.

"Sampai saat ini belum ada laporan warga mengungsi karena masih bertahan di rumah masing-masing. Untuk jumlah rumah terdampak Sementara masih didata tim di lapangan," kata Fadly.


Editor : Dita Angga Rusiana

BERITA TERKAIT