Viral Pengakuan Sejumlah Pelajar di Palopo Nyaris Diculik, Polisi Intensifkan Patroli di Sekitar Sekolah

Nasruddin Rubak ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 11:55 WIB
Viral Pengakuan Sejumlah Pelajar di Palopo Nyaris Diculik, Polisi Intensifkan Patroli di Sekitar Sekolah
Para pelajar di Kota Palopo mendapat imbauan dari pihak sekolah. (Foto: iNews/Nasruddin Rubak).

PALOPO, iNews.id - Pengakuan sejumlah pelajar di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang nyaris menjadi korban penculikan, viral di media sosial (medsos). Petugas kepolisian diminta lebih meningkatkan patroli saat jam pulang sekolah.

Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas mengatakan, sementara belum ada laporan yang masuk. Namun polisi tetap melakukan langkah antisipasi terkait video pengakuan para pelajar yang viral tersebut.

"Kami minta pihak sekolah bersama personel Bhabinkamtibmas patroli di sekitar sekolah saat jam pulang," kata Alfian di Mapolres Palopo, Sulsel, Jumat (21/2/2020).

Selain itu, dia juga meminta jajaran polsek dari Polres Palopo intensif patroli di lingkungan sekolah untuk mewaspadai aksi-aksi mencurigakan dari sejumlah oknum pelaku penculikan ini.

Masyarakat sementara diminta tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Polisi sementara masih melakukan penyelidikan atas dugaan kasus penculikan yang viral dari pengakuan anak-anak.

"Kami di Polres bersama Polsek Wara Selatan yang diduga menjadi lokasi ramainya kasus penculikan, akan menyelidiki kasusnya," ujarnya.

Belum lama ini viral pengakuan anak-anak yang merupakan pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Palopo mengaku sebagai korban penculikan. Mereka diiming-imingi permen dan cokelat agar mau masuk ke dalam mobil penculik.

Selain itu, para bocah ini mengatakan, pelaku mengaku sebagai utusan orang tua yang ingin menjemput calon korbannya. Untung anak-anak ini tidak mudah percaya dan berhasil lolos sebagai target penculikan pelaku.

Dalam satu pekan terakhir sudah ada tiga anak yang mengaku hampir menjadi korban penculikan. Kondisi ini membuat warga menjadi was-was, khususnya saat anak-anak mereka sekolah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal