Sulsel Tertinggi Kasus Corona di Luar Pulau Jawa, per 15 April Capai 242 Orang

Felldy Utama ยท Rabu, 15 April 2020 - 17:50 WITA
Sulsel Tertinggi Kasus Corona di Luar Pulau Jawa, per 15 April Capai 242 Orang
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id – Jumlah kasus pasien positif corona di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), per Rabu (15/4/2020), sudah mencapai 242 orang. Angka ini bertambah 11 orang dari data per Selasa (14/4/2020) yang berjumlah 231 orang.

Angka ini sekaligus menorehkan Sulsel sebagai provinsi di luar Pulau Jawa dengan kasus pasien positif corona tertinggi. Sementara dari 34 provinsi di Indonesia, kasus corona paling banyak ditemukan di Pulau Jawa. DKI Jakarta menjadi episentrum dengan jumlah kasus 2.474.

Berdasarkan data Laporan Media Harian Covid-19 Tanggal 15 April 2020 pukul 12.00 WIB yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari 242 kasus positif corona di Sulsel, jumlah pasien positif corona yang meninggal dunia sebanyak 15 orang. Jumlah ini sama dengan data per Selasa (14/4/2020).

Setelah Sulsel, Bali menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif corona terbanyak kedua di luar Pulau Jawa. Jumlahnya mencapai 98 orang sedangkan yang meninggal 2 orang. Posisi ketiga Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah kasus 78 pasien positif corona dan jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 9 orang.

Selanjutnya posisi keempat Provinsi Papua. Kasus positif corona di provinsi ini tercatat sebanyak 75 orang dan 3 pasien meninggal dunia. Lalu kelima, Provinsi Kalimantan Selatan dengan jumlah 49 pasien positif corona dan 6 pasien meninggal.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan total pasien yang positif corona di seluruh Indonesia mencapai 5.136 per Rabu (15/4/2020). Jumlah ini bertambah sebanyak 297 dari kemarin yang mencapai 4.839 kasus. Pasien yang meninggal dunia bertambah 10 dari sebelumnya 459 orang.

“Sebanyak 459 dinyatakan meninggal. Total pasien sembuh menjadi 446 orang,” ujarnya dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Yuri mengatakan fasilitas dan alat pendukung sudah dikirimkan oleh pemerintah ke seluruh daerah. Targetnya 10.000 tes PCR per hari bisa digunakan untuk mendeteksi masyarakat yang positif virus corona.

“Presiden telah mengarahkan kita agar anggaran pemerintah diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat untuk penanganan Covid-19. Diintegrasikan satu visi, satu prioritas, hentikan penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia,” kata Yuri.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diberlakukan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, sejumlah kabupaten/kota juga disetujui menerapkan PSBB, yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatag, Kabupaten Tangerang dan Kota Pekanbaru.

Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk terus waspada virus Corona atau Covid-19. Seseorang dinilai tidak perlu memiliki semua gejala Covid-19 untuk dapat dinyatakan telah terinfeksi. Jika memiliki satu gejala saja, maka sudah perlu waspada.

“Dalam keadaan pandemi, kita harus lebih waspada. Karena beberapa gejala yang kita miliki bisa mengarah ke situ. Tidak harus seluruhnya,” kata Wiku dalam acara sosialisasi yang dipantau melalui siaran streaming akun YouTube resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (15/4/2020).


Editor : Maria Christina