Sopir Angkot di Makassar yang Tewas Ternyata Pernah Bunuh Anggota TNI
MAKASSAR, iNews.id - Seorang sopir angkutan kota (angkot) berinsial BS (50) tewas setelah cekcok mulut hingga berujung perkelahian dengan anggota TNI di Lorong 13, Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/3/2022). BS sebelumnya pernah terlibat kasus pembunuhan anggota TNI.
Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Infanteri Rio Purwantoro mengatakan, antara korban dan pelaku tidak saling kenal. Keduanya berkelahi karena kesalahpahaman.
"Perselisihan ini motifnya diduga kesalahpahaman, karena antara oknum anggota TNI dan pelaku pengejaran (BS) tidak pernah ada permasalahan sebelumnya. Tiba-tiba ketemu di lorong," kata Rio Purwantoro, Sabtu (5/3/2022),
Kolonel Rio menjelaskan berdasarkan informasi tim intelijen, kronologi kejadian malam itu, korban memperbaiki angkot depan rumahnya, tapi memarkir di tengah jalan lorong. Karena menghalangi jalan, Sersan DJ menegur yang bersangkutan.
"Saudara minta maaf, minta tolong mobilnya kalau bisa diparkir agak ke pinggir karena orang tidak bisa lewat," kata Kapendam menirukan dialog saat kejadian sesuai keterangan pelaku.
Namun, korban mengatakan hanya sebentar saja, dan tidak merespons teguran itu. Lalu ditegur kembali, tetapi dengan spontan dan nada menantang mengatakan bahwa dirinya baru keluar dari penjara, atas kasus pembunuhan anggota TNI. Menurut Kolonel Rio, setelah dicek datanya, ternyata peristiwa pembunuhan anggota Yon Kav pernah dilakukan oleh korban BS pada tahun 2007.
Tidak terima ditegur, lanjut dia, akhirnya terjadi cekcok adu mulut antara BS yang tidak mengenakan baju hingga terlihat tato di tubuhnya, dengan Serma DJ.
Seketika itu, Serma DJ dikejar oleh BS sampai di sudut bangunan, dan akhirnya terpojok. Korban lalu menyerang menggunakan kunci roda mengenai kepala serta pisau mengenai rahang atas setelah ditangkis Serma DJ yang semula diarahkan ke tubuhnya.
"Karena merasa terdesak, Serma DJ melakukan pembelaan diri dan berhasil merampas pisau badik milik BS, kemudian menusuknya tepat di ulu hati, lalu korban jatuh terkapar. Begitu juga Serma DJ seketika itu linglung dan jatuh pingsan," ujar Kolonel Rio menjelaskan.
Pihaknya berharap semua pihak tidak terpancing ataupun terprovokasi. Sebab, permasalahan itu sudah ditangani Polisi Militer, Denpom XIV/4 Makassar dan pihak kepolisian.
"Jadi, sementara ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," katanya menegaskan.
Editor: Nani Suherni