Soal Pernikahan Sedarah Warga Bulukumba di Balikpapan, MUI: Haram Hukumnya

Aditya Pratama ยท Selasa, 02 Juli 2019 - 16:02 WIB
Soal Pernikahan Sedarah Warga Bulukumba di Balikpapan, MUI: Haram Hukumnya
Ilustrasi logo MUI. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.idPernikahan sedarah warga Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), menggemparkan publik. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas mengatakan, pernikahan sedarah tersebut harus dibatalkan karena haram hukumnya.

"Yang melanggar tidak ada hukumannya. Cuma tidak sah dan tidak diakui. Jadi mungkin ke depan, bisa dipikirkan lagi perkawinan terlarang secara agama ya ada sanksinya," ujar Yunahar di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).


Yunahar mengungkapkan, dalam hukum positif, pernikahan pasangan sedarah tidak diakui hak-haknya. Yang pasti menurutnya, pernikahan sejenis dalam agama Islam sangat tidak diperbolehkan.

"Haram. Dan dari segi kedokteran pun ahli mengatakan berbahaya (pernikahan sedarah)," tuturnya.

Diketahui, kasus pernikahan sedarah mengemparkan warga Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang warganya, Ansar bin Mustamin (32) menikahi adik kandungnya berinisial FT.

Kejadian ini terungkap berdasarkan laporan istri sah Ansar bernama Hervina binti Ambo Tuwo (28). Dia menempuh jalur hukum atas dugaan perzinahan suaminya ke Mapolres Bulukumba.

"Saya harap keadilan dan kepastian hukum, serta meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap Ansar," ujar Hervina kepada wartawan seusai melapor di Mapolres Bulukumba, Senin (1/7/2019).


Editor : Donald Karouw