Sepekan Lebih Banjir Rendam Ribuan Rumah di Wajo, Warga Butuh Makanan dan Air Bersih

Amnar Sengkang ยท Senin, 01 Juni 2020 - 14:19 WIB
Sepekan Lebih Banjir Rendam Ribuan Rumah di Wajo, Warga Butuh Makanan dan Air Bersih
Banjir parah merendam ribuan rumah di Kabupaten Wajo, Sulsel, Senin (1/6/2020). (Foto: iNews/Amnar Sengkang)

WAJO, iNews.id - Ribuan rumah di lima kecamatan Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah sepekan lebih direndam banjir akibat meluapnya Sungai Walenae dan Danau Tempe. Warga korban banjir mulai mengalami krisis makanan dan air bersih.

Selama sepekan lebih pula, warga yang bertahan hidup di rumah dengan ketinggian banjir rata-rata 1 meter, mengaku belum mendapatkan bantuan. Hingga Senin (1/6/2020), pemerintah daerah belum turun ke lokasi memberikan bantuan kepada para korban di belasan desa itu.

Dari pantauan iNews, Senin pagi, kondisi terparah di Kelurahan Laelo dan Kelurahan Salomengralang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Di dua kelurahan tersebut, ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter. Bahkan, belum ada tanda-tanda banjir akan surut.

Warga berharap pemerintah tidak tutup mata dengan penderitaan mereka. Korban banjir saat ini sangat terpukul, apalagi musibah itu terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi warga lumpuh. Saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan makanan dan air bersih.

“Saat ini, warga di sini mulai kekurangan bahan makanan dan air bersih. Untuk air bersih, kami harus mengambil dari daerah lain karena kalau yang di sini sudah bercampur air banjir dan sampah,” kata salah seorang warga, Herianto Asse, Senin (1/6/2020).

Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Ssungai walenae dan Danau Tempe, yang diperparah banjir kiriman dari dua kabupaten tetangga. Dengan kondisi saat ini, warga bertahan hidup dengan sisa-sisa bahan makanan yang ada di rumah dan mengandalkan para tetangga.

Warga juga kesulitan beraktivitas dan mengandalkan perahu. Mereka harus menerobos banjir untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi, warga tidak tahu kapan banjir berakhir. Karena itu, warga sangat membutuhkan bantuan, terutama sembako dan air bersih.

“Di sini saja ada beberapa kelurahan yang terendam banjir dengan ketinggian 1 meter lebih. Semoga pemerintah setempat cepat menyalurkan bantuan kepada kami,” katanya.


Editor : Maria Christina