Santri Ponpes di Makassar Upacara HUT RI di Tempat Baiat Terduga Teroris

Antara ยท Rabu, 18 Agustus 2021 - 10:10:00 WITA
Santri Ponpes di Makassar Upacara HUT RI di Tempat Baiat Terduga Teroris
Upacara bendera di ponpes Makassar yang pernah jadi lokasi baiat terduga teroris. (Foto: Antara).

MAKASSAR, iNews.id - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tanfizul Alquran Makassar bersama warga dan personel TNI-Polri menggelar Upacara Kemerdekaan, HUT ke-76 Kemerdekaan RI, di tempat yang pernah dijadikan pembaiatan terduga teroris. Lokasinya berada di Jalan Manuruki, Kecamatan Biringkanaya.

Tempat ini masih masuk kawasan ponpes, namun dipakai terduga teroris pimpinan almarhum Muhammad Basri untuk membaiat sejumlah anggota, berafiliasi dengan jaringan ISIS. Mereka juga melakukan serangkaian aksi terorisme di Sulsel, termasuk di Gereja Katedral Makassar.

Upacara bendera ini berlangsung untuk menekan penyebaran paham radikalisme itu. Kegiatannya dilaksanakan secara sederhana baik pengibaran bendera maupun penurunan bendera.

"Atas dasar inilah warga bersama aparat keamanan TNI-Polri melaksanakan upacara kemerdekaan. Harapannya, ideologi terkait radikalisme dapat dihilangkan dengan digantikan paham kebangsaan," kata Kapolsek Biringkanaya, Kompol Rujiyanto, Selasa (18/8/2021).

Dia menjelaskan alasan memilih pondok pesantren yang pernah dipimpin almarhum Muhammad Basri itu sebagai lokasi upacara, karena ingin memutus pemahaman radikalisme atau paham menyimpang di kalangan para santri dan warga.

"Kita ketahui bersama daerah ini pernah menjadi sentra radikalisme. Dengan kerja sama TNI-Polri mengenalkan saudara kita di pondok pesantren ini wawasan kebangsaan. Ke depan dilakukan pendampingan khusus, silaturahmi dan pengembangan wawasan khusus anak-anak," ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tanfizul Alquran saat ini, Ustas Muhlis menyebut, ponpes ini tidak mendukung ajaran radikal. Dia mengklaim hanya knum tertentu saja yang memanfaatkan ponpesnya sebagai tempat berbaiat.

"Wilayah di sini tidak berbahaya. Masyarakat juga biasa-biasa saja. Cuma memang ada orang (oknum) yang biasa ke sini bermasalah. Jadi jangan menggeneralisasi tempat ini, saya kira aparat tahu itu," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: