Sandiaga Arahkan Konsep Pariwisata Alam Terbuka saat PPKM Level 3

Antara · Rabu, 24 November 2021 - 16:45:00 WITA
Sandiaga Arahkan Konsep Pariwisata Alam Terbuka saat PPKM Level 3
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi sentra vaksinasi di Mal Nipah, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021).

MAKASSAR, iNews.id - Sandiaga Uno mengarahkan konsep pariwisata alam terbuka saat PPKM Level 3. Namun tetap harus dikemas dengan protokol kesehatan.

Dia mengatakan, konsep pariwisata khusus yang dikemas dalam protokol kesehatan dan masih dalam proses ini akan lebih diminati dan cocok diterapkan selama PPKM Level 3.

"Ini salah satu yang paling mungkin dilakukan, yakni konsep pariwisata alam terbuka di masa PPKM Level 3," kata Sandiaga di Kota Makassar, Sulsel, Rabu (24/11/2021).

Berkenaan dengan PPKM Level 3, Menparekraf berencana segera menerbitkan edaran panduan operasional bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif selama PPKM 3.

"Kita harus mengambil satu langkah tegas untuk memastikan gelombang kedua atau gelombang varian baru yang kita prediksi terjadi bisa kita mitigasi, tentunya dengan langkah-langkah antisipasi," ujarnya.

PPKM Level 3 menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru harus dilakukan demi mencegah gelombang varian baru Covid-19. Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif harus bisa beradaptasi dan mengantisipasi pemberlakuan PPKM jelang Natal dan Tahun Baru pada Desember mendatang.

"Dengan begitu, kita bisa bertahan di masa pandemi. Meski sulit dan membuat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) tertekan, tapi kebijakan itu yang terbaik untuk semua," kata dia.

Menurutnya, PPKM Level 3 bukan berarti pelarangan dari kegiatan operasional, tetapi pembatasan. Menparekraf akan  berkoordinasi agar usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif diberikan sosialisasi.

Sandiaga menyebut Sulsel merupakan salah satu daerah yang memiliki destinasi wisata unggulan dan banyak produk ekonomi kreatif yang harus dikembangkan, sehingga capaian vaksinasi sangat penting untuk dikejar.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: