Residivis Spesialis Pencurian Sepeda Motor Milik Pelajar Ditangkap Polisi

Yoel Yusvin ยท Kamis, 31 Maret 2022 - 18:09:00 WITA
Residivis Spesialis Pencurian Sepeda Motor Milik Pelajar Ditangkap Polisi
Residivis spesialis pencurian sepeda motor milik pelajar ditangkap Tim Resmob Polsek Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/3/2022). (Foto: Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id Residivis spesialis pencurian sepeda motor milik pelajar ditangkap Tim Resmob Polsek Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/3/2022). Pelaku bernama Umar (39) ditangkap bersama dua orang rekannya yang merupakan penadah hasil curian yakni Mursalim (27) dan Aco (29) di lokasi berbeda di Kota Makassar.

Polisi juga turut menyita dua unit sepeda motor hasil curian.

“Setelah diamankan di rumahnya kemudian dikembangkan. Lalu kami dapatkan dua barang bukti di derah Enrekang,” kata Kapolsek Manggala, Kompol Edhy Supriadi

Aksi Umar terekam di kamera CCTV saat mencuri motor di sekitar Jalan Perumnas Raya, Antang, Kota Makassar. Dalam rekaman tersebut, pelaku mengenakan jaket merah terlihat mencuri sepeda motor milik seorang pelajar berusia 16 tahun. Setelah mencuri, pelaku langsung mengendarainya untuk dijual.

Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, Tim Resmob Polsek Manggala melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku.

Dari catatan kepolisian, Umar merupakan residivis yang telah keluar masuk lembaga pemasyarakatan sebanyak tiga kali dengan kasus serupa. Selama tahun 2022 ini, Umar juga telah melakukan aksi pencuriannya sebanyak empat kali di wilayah Kecamatan Panakukkang dan Manggala.

Dia mengatakan modus pelaku adalah  memanfaatkan pelajar yang lupa mencabut kunci motornya saat terparkir

“Modus tersangka, begitu melihat kelengahan pemilik kendaraan pelaku langsung mengambil. Ini masih kami dalamikarena tidak menutup kemungkinan pelaku lain,” ujarnya.

Pelaku dikenakan pasal 362 terkait pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sedangkan dua rekannya dikenakan pasal 480 terkait penadah dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. 

Editor : Dita Angga Rusiana

Bagikan Artikel: