Rekonstruksi, Terungkap Sales Alat Rumah Tangga Cabuli Bocah SD di Sidrap setelah Dibunuh

Ichsan Anshari ยท Senin, 24 Februari 2020 - 16:08 WIB
Rekonstruksi, Terungkap Sales Alat Rumah Tangga Cabuli Bocah SD di Sidrap setelah Dibunuh
Tersangka mereka ulang adegan detik-detik saat dia membunuh dan mencabuli bocah SD di kamar mandi rumah korban di Kabupaten Sidrap, Sulsel, Senin (24/2/2020). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

SIDRAP, iNews.id – Rekonstruksi kasus pembunuhan seorang bocah SD berinisial AV (8) di Desa Mattirotasi, Kecamatan Wattangpulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku Aviors Christoper ternyata mencabuli korban setelah lebih dahulu membunuhnya.

Dalam rekonstruksi yang digelar Polres Sidrap, Senin (24/2/2020), kronologi kejadian sadis pada Rabu (12/2/2020) itu berawal saat pelaku menawarkan peralatan rumah tangga kepada nenek korban. Namun, nenek korban tidak tertarik dengan penawarannya.

Setelah itu, pelaku Aviors Christoper meminta tolong kepada korban AV untuk mengantarkannya ke toilet. Pelaku kemudian meminta korban untuk menghidupkan keran air, tapi korban menolak.

Pelaku sakit hati karena permintaannya ditolak. Dia lalu memaksa anak kecil itu masuk ke kamar mandi bersamanya. Pada adegan ke-12, pelaku terlihat memasukkan kepala korban ke dalam bak air hingga kehabisan napas dan tewas.

“Si tersangka ini tersinggung. Trus anak kecil itu dimasukkan ke kamar mandi hingga terjadi kejadian pembunuhan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Benny Pornika.

Setelah memastikan korban tewas, pelaku tak lantas berhenti. Dalam adegan ke-14, pelaku kemudian mencabuli korban yang sudah tidak bernyawa. Dalam kondisi kepala korban masih dalam bak, pelaku tega menyodomi korban.

“Setelah pembunuhan tersebut, terjadi pelecehan. Jadi, setelah korban tewas baru dilakukan pelecehan oleh pelaku terhadap korban,” kata Benny Pornika.

Benny mengatakan, rekontruksi tersebut digelar untuk memenuhi persyaratan administrasi dalam berkas kasus. Saat rekonstruksi, polisi sengaja tidak menghadirkan pihak keluarga korban untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Atas perbuatan sadisnya, pelaku dijerat polisi dengan pasal berlapis, yakni Pasal 81 ayat 3, pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Kemudian, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Maria Christina