get app
inews
Aa Text
Read Next : Pembangunan 81 Hunian Tetap Korban Abrasi Pantai Amurang Akan Dituntaskan

Puluhan Makam di Takalar Hilang dan Terbongkar akibat Abrasi

Jumat, 23 September 2022 - 11:39:00 WITA
Puluhan Makam di Takalar Hilang dan Terbongkar akibat Abrasi
Puluham makan di Takalar hilang dan terbongkar akibat abrasi. (Foto:Bugma/iNews)

TAKALAR, iNews.id - Puluhan makam di Desa Punaga, Kecamatan Manngara Bombang, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan (Sulse) hilang dan hancur akibat abrasi dan diterjang gelombang air pasang. Akibatnya, sejumlah tulang dan tengkorak manusia berserakan di sekitar bibir pantai.
 
Kepala Desa Punaga M Syarifuddin Daeng Sore mengatakan, kurang lebih ada 10 makam yang tergerus ombak, belum lagi kalau pada malam hari.

"Puluhan makam pun kini sudah hilang akibat abrasi yang terjadi sepanjang 40 meter dari bibir pantai," katanya.
 
Akibatnya, sejumlah tulang dan tengkorak manusia berserakan di sekitar pantai. 

Kata dia, tak hanya pemakaman umum saja yang terkena abrasi. Makam keluarga pahlawan nasional Sultan Hasanuddin termasuk istri, tante dan kakeknya yang berada di Komplek Makam Kassibumbung Kabupaten Takalar juga sudah terkena abrasi sepanjang tujuh meter dari bibir pantai.

"Ini sudah sangat memprihatinkan karena beberapa tahun lalu kurang lebih 30 meter sekarang jaraknya tinggal 7 meter," ujarnya.

Ia pun meminta kepada pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk membangun pemecah ombak agar makam keluarga pahlawan nasional ini tidak terkana abrasi.

"Sekarang sudah 7 meter, jika ini tidak cepat dibikin pemecah ombak, saya yakin 1 tahun lagi akan hancur," ujarnya. 

Menurutnya, abrasi hingga gelombang air pasang tinggi terparah ini terjadi sejak satu tahun terakhir dan terparah di dua dusun yakni Dusun Punaga dan Dusun Malelaya Desa Punaga, Takalar. 

Dengan adanya abrasi ini, warga berharap agar pemerintah segera melakukan penanggulangan abrasi di sepanjang bibir pantai Desa Punaga. 

Sebab, abrasi dan gelombang air pasang kini terus mengancam permukiman warga  terlebih lagi karena sudah merusak dan menghilangkan banyak makam.

Editor: Candra Setia Budi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut