Polda Sulsel Tangkap Pencuri Kabel Optik Milik PLN yang Beraksi di 32 Titik

Antara ยท Senin, 29 Juni 2020 - 10:56 WIB
Polda Sulsel Tangkap Pencuri Kabel Optik Milik PLN yang Beraksi di 32 Titik
Kasubid Penmas Polda Sulsel Kompol Muh Arsyad (kanan) saat merilis pelaku pencurian kabel optik milik PT PLN. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap satu dari tiga kawanan pencurian kabel optik milik PT PLN di 32 titik di Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Sementara dua orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sulsel Kompol Muh Arsyad mengatakan, pelaku pencurian kabel optik yang sudah berhasil diamankan oleh Tim Resmob Polda Sulsel itu, yakni Ismail (25), warga Sudiang, Makassar.

"Anggota kepolisian bergerak cepat setelah ada laporan pengaduan pencurian kabel optik milik PT PLN. Beberapa rekan tersangka Ismail ini juga masih dikejar," kata Kompol Muh Arsyad, di Makassar, Minggu (28/6/2020).

Dia menuturkan, tersangka Ismail diamankan di tempat rental mobil di daerah BTP Blok B Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih dengan Nopol DD 1201 VK yang digunakan untuk pencurian kabel yang terpasang di gardu listrik tersebut.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti empat buah gulungan kabel optik NYY yang terbuat dari tembaga. Kemudian, dua unit gunting tang berukuran besar yang digunakan pelaku untuk memotong kabel PLN.

Selanjutnya, satu lembar rompi keselamatan PLN, dan dua helm keselamatan PLN yang digunakan pelaku untuk berpura-pura sebagai petugas PLN saat melancarkan aksi. Peralatan ini membuat orang-orang di sekitar TKP tidak curiga saat kawanan tersebut mencuri kabel tersebut.

"Selain mengamankan pelaku utama sebagai pemetiknya, kami juga mengamankan empat orang pelaku penadah yakni Widianto, Abdur Rahman, Melisa, dan Naslih," ujarnya.

Arsyad mengatakan, Ismail bersama dua rekannya berinisial H dan I itu mencuri kabel optik di 32 lokasi di Kota Makassar dan Kabupaten Maros, Sulsel. Para pelaku bisa menggondol kabel optik itu karena memiliki rompi dan helm PT PLN. Pelaku dalam melancarkan aksinya juga tidak sembunyi-sembunyi karena saat beraksi menggunakan semua atribut PT PLN.

"Orang-orang tidak curiga karena dilakukan bukan di malam hari. Pelaku saat beraksi itu menggunakan atribut PT PLN yaitu rompi dan helm seperti yang dimiliki karyawan pada umumnya," katanya.

Atas perbuatan para tersangka, polisi menjerat mereka dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, 5e subsider Pasal 362 jo Pasal 55, 56, 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara. Kemudian, Pasal 480 KUHP dengan hukuman ancaman paling lama tujuh tahun penjara.


Editor : Maria Christina