Pemprov Sulsel Siapkan Aturan Pembatasan Pembelian Solar dan Pertalite di SPBU

Antara · Sabtu, 23 April 2022 - 14:25:00 WITA
Pemprov Sulsel Siapkan Aturan Pembatasan Pembelian Solar dan Pertalite di SPBU
Kendaraan melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan.(Foto: Ist.)

MAKASSAR, iNews.id - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan menyiapkan aturan pembatasan pembelian BBM jenis solar dan pertalite di sejumlah SPBU. Hal ini dilakukan karena belum ada kejelasan dari BPH Migas terkait permintaan tambahan stok solar dan pertalite oleh Pemprov Sulsel.

Sebelumnya, Dinas ESDM Sulsel mengajukan penambahan kuota solar subsidi sebesar 75.872 kiloliter. Sedangkan pada pertalite sebesar 38.913 kiloliter.

"Kami yang buat edarannya karena belum ada kejelasannya dari pusat, jadi aturannya baru mau dibuat, tapi sementara waktu tidak dulu di musim mudik lebaran sekarang," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Dinas ESDM Sulsel Jamaluddin di Makassar, Sabtu (23/4/2022). 

BPH Migas telah menetapkan kuota solar subsidi untuk Sulawesi Selatan tahun 2022 sebanyak 540.980 kiloliter. Sementara pertalite sebanyak 497.314 kiloliter.

"Pasti kuota ini tidak mencukupi sampai di akhir, mungkin hanya bisa sampai Oktober. Sedangkan masyarakat akan menanggung beban tinggi karena tidak ada lagi subsidi. Makanya ini harus dikendalikan dulu," katanya.

Selain itu, pm konsumsi masyarakat terhadap solar dan pertalite cukup meningkat. Pada triwulan pertama 2022, penggunaan solar mengalami kenaikan 14 persen dan pertalite 7 persen.

Terkait surat permintaan kuota tambahan dari Sulsel, Jamaluddin mengemukakan dari informasi yang diperoleh, pihak BPH Migas tengah menghitung ketersediaan minyak yang stoknya juga dibutuhkan berbagai daerah. Pasalnya hampir semua provinsi mengeluhkan kekurangan stok solar.

"Maka salah satu strateginya itu kita dahulukan yang prioritas nantinya, dan dikendalikan melalui pembelian di SPBU tertentu," kata dia.

Editor : Dita Angga Rusiana

Bagikan Artikel: