Mirip di Bone, Suara Dentuman di Bali Kemungkinan Meteor Jatuh

Antara ยท Senin, 25 Januari 2021 - 16:50:00 WITA
Mirip di Bone, Suara Dentuman di Bali Kemungkinan Meteor Jatuh
Ilustrasi meteor jatuh. (Ist)

JAKARTA, iNews.id – Suara dentuman yang menggemparkan warga Buleleng, Bali diduga berasal dari meteor besar yang jatuh ke bumi. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut dentuman itu memiliki kemiripan dengan peristiwa yang sama di daerah Bone, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. 

"Bila dibandingkan dengan kejadian di Bone, ada kemiripan sehingga diduga ledakan di Buleleng juga disebabkan adanya meteor besar yang jatuh. Meteor itu menimbulkan gelombang kejut yang terdengar sebagai ledakan," kata astronom LAPAN, Rhorom Priyatikanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Dia menyebut meteor tersebut diduga memiliki ukuran awal beberapa meter lebih kecil daripada asteroid Bone. Meteor yang telah mencapai permukaan Bumi tidak berpotensi bahaya. 

"Benda antariksa itu tidak mengandung unsur radioaktif yang membahayakan, mineral yang terkandung dalam meteor pun tidak berbahaya bagi lingkungan," ujarnya.

Dia menceritakan, pada 8 Oktober 2009, warga Bone mendengar ledakan disertai getaran kaca-kaca rumah mereka. Warga juga melihat jejak asap di langit. Dugaan Lapan bahwa itu meteor besar akhirnya mendapat bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound.

Data infrasound mengindikasikan adanya meteor jatuh yang diperkirakan berdiameter 10 meter. Belakangan diketahui juga seismograf BMKG terdekat merekam getaran 1,9 magnitudo.

Pada Minggu (24/1/2021) pagi, sejumlah warga di Buleleng di Bali melaporkan adanya jejak cahaya di langit serta suara dentuman yang terdengar cukup jelas.

Sensor gempa di Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Singaraja mendeteksi adanya anomali getaran selama sekitar 20 detik mulai pukul 10.27 WITA.

Getaran tersebut memiliki intensitas sekitar 1,1 magnitudo. Berdasarkan informasi tersebut, memang ada kemungkinan bahwa kejadian tersebut merupakan kejadian benda jatuh antariksa.

Dia mengatakan, sistem pemantauan di orbit.sains.lapan.go.id tidak menunjukkan adanya benda artifisial atau sampah antariksa yang diperkirakan melintas rendah atau jatuh di wilayah Indonesia. Hal itu memperbesar kemungkinan bahwa kejadian yang teramati di Buleleng berkaitan dengan benda alamiah.

Meteor berukuran besar atau dikenal juga sebagai bolide atau fireball bisa jadi masuk ke atmosfer, terbakar, dan jatuh di dekat Buleleng. Dalam prosesnya, meteor tersebut dapat memicu gelombang kejut hingga suara dentuman yang bahkan terdeteksi oleh sensor gempa.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2