Mengenal Ma’nene, Tradisi Mistis Mayat Berjalan di Tanah Toraja

Jufri Tonapa · Selasa, 11 Januari 2022 - 16:36:00 WITA
Mengenal Ma’nene, Tradisi Mistis Mayat Berjalan di Tanah Toraja
Tradisi Ma'nene di Toraja, Sulawesi Selatan (foto: Instagram)

TORAJA, iNews.id - Ma'nene, mungkin nama ini masih asing di sebagian telinga masyarakat Indonesia. Ma’nene adalah ritual langka dan unik yang masih lestari di Toraja, Sulawesi Selatan. Ritual ini menjadi tradisi yang dilakukan Suku Toraja setiap tahunnya.

Ma'nene adalah ritual yang berbau mistis. Ma’nene adalah ritual mengganti pakaian jenazah leluhur atau kerabat keluarga yang sudah meninggal.

Tradisi ini dipercaya sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan tetap dilestarikan hingga saat ini. Bahkan menjadi salah satu budaya yang cukup langka di dunia.

Ma'nene dapat dijumpai di Kabupaten Toraja Utara setiap bulan Juli, hingga puncaknya pada Agustus, usai panen padi masyarakat di Kecamatan Rindingallo dan sekitarnya.

Ratusan mayat dikeluarkan seperti berjalan dari kompleks pemakaman khas Toraja, atau orang Toraja biasa menyebutnya Patane.

"Ini sebagai penghormatan kepada leluhur kami, terlihat dengan kami mengganti pakaian jenazah mereka para pendahulu kami, ini adalah bentuk cinta kasih kami," kata Y. Tarukbua, tokoh masyarakat Rindingallo.

Sementara itu menurut Pendeta Hilkia Putra Nehemia, t

Tradisi uni Ma’nene di  Toraja, Sulsel. ((Foto: Instagram abun_pasanggang))
Tradisi uni Ma’nene di Toraja, Sulsel. ((Foto: Instagram abun_pasanggang))

idak ada yang salah dengan budaya masyarakat setempat. Sejarah Alkitab juga menurutnya tidak bisa lepas dan dipisahkan dengan budaya lain, seperti budaya Yahudi.

Tradisi Ma’nene merupakan sebuah penghormatan terhadap jenazah leluhur, yang dilakukan dalam tradisi orang Toraja yang masih terbawa dari kepercayaan dahulu. Meski menurut pandangan kekristenan ini sudah kurang tepat, namun menurut Pendeta Hilkia, tradisi ini tidak salah dalam konteks kekayaan budaya setempat.

"Namun, jika dihubungkan dengan mewarisi kekayaan budaya, sebenarnya tidak salah, jika tidak dihubungkan dengan kepercayaan dahulu yang disertai prosesi ‘aluk todolo’ (kepercayaan leluhur). Dalam hal inilah gereja tidak setuju dengan tradisi Ma’nene," tuturnya.

Tradisi Ma’nene ini terus dilestarikan oleh masyarakat Toraja hingga saat ini. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang sudah meninggal.

"Ini sebagai suatu penghormatan kepada pendahulu baik leluhur maupun keluarga yang sudah meninggal, dan sebagai momen kami bertemu dengan keluarga yang ada diperantauan untuk datang mengadakan tradisi Ma’nene," ungkap Andarias Minggu, warga Toraja Utara.

Editor : Reza Fajri

Bagikan Artikel: