Kronologi Pembunuhan Anak Tiri di Pinrang, Pelaku Sempat Beralasan Korban Pingsan

Ichsan Anshari ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 16:40:00 WITA
Kronologi Pembunuhan Anak Tiri di Pinrang, Pelaku Sempat Beralasan Korban Pingsan
Polisi mengamankan pelaku di sel tahanan Mapolres Pinrang. (Foto: iNews/Ichsan Anshari).

PINRANG, iNews.id - Bocah berusia empat tahun di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas di tangan ibu tirinya. Korban mengalami luka di sekujur tubuh akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pinrang, Ipda Muis Panrita mengatakan, penganiayaan yang menyebabkan korban berinisial MT (4) tewas berawal saat pelaku, Sarnima (27) membanting korban ke lantai.

"Setelah itu dia injak korban sebanyak tiga kali di bagian dada," kata Ipda Muis di Kabupaten Pinrang, Sulsel, Rabu (17/6/2020).

Lalu pelaku mengambil pulpen dan menusuk dada bocah ini. Pada tusukan ketiga, MT muntah darah, sehingga pelaku panik. Dia sempat membawa bocah tersebut ke bidan desa dengan alasan pelaku mendadak pingsan.

Namun bidan meminta pelaku membawa korban ke puskesmas, karena kondisinya sudah kritis. Ketika diperjalanan, Sarnima bertemu dengan tetangga yang hendak membantunya dan melihat kondisi korban.

"Tetangganya bilang, tidak perlu dibawa ke puskesmas, karena anak ini (korban) sudah tidak sampai (sekarat)," ujar dia.

Pelaku lalu membawa MT kembali ke rumah. Tidak lama kemudian, bocah empat tahun itu pun meninggal dunia. Suami korban mendapati anaknya terbujur kaku dengan sejumlah luka langsung curiga dan melapor ke polisi.

Korban berinisial MT tewas dengan luka tusukan di bagian dada, lebam di sejumlah tubuh seperti perut, pinggang, punggung dan bekas gigitan di dagu. Pelaku pun mengakui perbuatannya telah menganiaya korban hingga tewas.

"Karena saya merasa anak saya (anak kandungnya) dibeda-bedakan oleh suami," katanya.

Sarnima merasa iri dengan perlakuan suami yang juga ayah kandung korban yang dinilai pilih kasih. Karena itulah dia nekat menganiaya korban, namun tak menyangka kalau aksinya tersebut membuat MT meninggal dunia.

Saat ini pelaku diamankan di sel tahanan Mapolres Pinrang untuk menjalani proses pemeriksaan. Ibu mudai ini terancam pasal berlapis dengan ancaman hingga 15 tahun penjara.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal