Kepala Daerah di Sulsel Bakal Punya Kantor di Twin Tower Makassar

Syachrul Arsyad ยท Selasa, 27 Oktober 2020 - 10:12:00 WITA
Kepala Daerah di Sulsel Bakal Punya Kantor di Twin Tower Makassar
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto: iNews/Leo M Nur).

MAKASSAR, iNews.id - Sebanyak 24 kepala daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal memiliki kantor di Menara Kembar atau Twin Tower di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar. Penyediaan kantor itu agar para kepala daerah bisa memiliki ruang kerja saat berkunjung ke Makassar.

"Jadi nanti ada kantornya di situ. Supaya nanti kalau ke Makassar, kita akan lebih mudah berkoordinasi. Jadi inilah bentuk sinergi yang akan kita bangun," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Makassar, Senin (26/10/2020).

Menurutnya pembangunan Twin Tower atau menara kembar yang diinisiasi Pemprov Sulsel akan segera dimulai. Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis ini direncanakan dilakukan akhir Oktober ini.
"Insyaallah tanggal 29 Oktober, ada hajat kita, yaitu groundbreaking pembangunan twin tower," katanya.

Proyek Twin Tower ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru Sulsel. Dalam perencanaannya, di gedung megah tersebut nantinya akan menjadi pusat layanan kantor pemerintahan, hingga sektor usaha bisnis dan jasa. Makanya, Nurdin menyebutkan, proyek ini menjadi bentuk sinergi yang akan mempersatukan unsur pemerintahan.

Seluruh kantor perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel yang selama ini tersebar di berbagai tempat, akan terintegrasi dalam satu kawasan di menara kembar tersebut. “Kalau sekarang kita lihat, semua dinas-dinas provinsi itu tersebar di berbagai tempat. Ke depan kita harapkan tidak ada lagi dinas-dinas yang ada di luar. Semua sudah ada dalam satu gedung, dan tentu koordinasii kita akan semakin baik," ujarnya.

Proyek ini kata dia, dibangun tanpa menggunakan APBD maupun APBN. Dengan melibatkan Perseroda Sulsel sebagai leading sektor pembangunan proyek ini. (Baca Juga: Pj Wali Kota Minta Tim Ahli RTRW Tinjau Lokasi Pembangunan Twin Tower)

“Jadi murni dibangun oleh perseroda dengan sistem turnkey. Jadi kita akan bayar setelah gedung ini selesai. Jadi kita tidak mengeluarkan duit. Ini murni B (business) to B (business). Jadi kita tidak terganggu dengan APBD kita," ucap Nurdin.


Editor : Reza Yunanto