Kabar Razia Kafe Remang-Remang Bocor, Satpol PP Pangkep Pulang dengan Tangan Kosong

Wahyu Ruslan ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 13:55 WIB
Kabar Razia Kafe Remang-Remang Bocor, Satpol PP Pangkep Pulang dengan Tangan Kosong
Satpol PP bersama polisi menggelar razia di sejumlah Kafe remang-remang di Pangkep. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan).

PANGKEP, iNews.id - Petugas gabungan yang merazia sejumlah warung remang-remang dan kafe di wilayah Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (21/1/2020) malam, pulang dengan tangan kosong. Sebab tidak ada aktivitas apapun di sana, diduga karena razia bocor.

Namun, petugas mendapati ratusan kardus berisi botol minuman keras (miras) yang sudah kosong dan puluhan pramusaji yang berasal dari luar daerah Sulsel.

"Memang di sana tidak ada aktivitas apa-apa saat kami razia tadi. Ada kemungkinan sudah bocor informasinya," kata Kasatpol PP Kabupaten Pangkep, Jufri Baso, Rabu (22/1/2020).

BACA JUGA: 8 Pasangan Mesum di Makassar Terjaring Razia, di Hadapan Polisi Pacar Diakui Saudara

Kafe dan warung remang-remang di sana memang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung. Selain itu, petugas baru mengetahui bahwa para pemilik kafe menjual miras kepada pengunjung di sana, padahal tempat tersebut tak memiliki izin menyediakan minuman beralkohol.

Satpol PP Pangkep bersama Polsek Mandalle, kata dia, rencananya akan rutin menggelar razia seperti ini. Targetnya dalam satu bulan ada dua sampai tiga kali razia.

"Nanti kami juga selidiki juga penjualan miras di kafe-kafe tersebut. Ini sudah kami berikan peringatan, kalau masih menjual, nanti akan ditindak," ujar dia.

BACA JUGA: Razia Kos-kosan di Mojokerto, Satpol PP Amankan 3 Pasangan Mesum dan Alat Kontrasepsi

Kemudian, tim gabungan juga mendapati puluhan wanita pramusaji di tempat tersebut. Saat petugas mencatat identitas mereka, sebagian besar para perempuan ini berasal dari luar wilayah Pangkep, bahkan ada beberapa merupakan warga asal Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Sebagian besar dari luar Pangkep. Ada beberapa dari Sulbar, dan Pulau Jawa," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal