IRT Penganiaya Imam Masjid di Pinrang Gara-gara Nikahkan Siri Suaminya Resmi Tersangka

Ichsan Anshari ยท Jumat, 25 September 2020 - 18:21 WITA
IRT Penganiaya Imam Masjid di Pinrang Gara-gara Nikahkan Siri Suaminya Resmi Tersangka
Tersangka Fitri (30), IRT yang menganiaya imam masjid diperiksa petugas Polsek Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2020). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

PINRANG, iNews.id - Fitri (30), ibu rumah tangga (IRT), pelaku penganiayaan imam Masjid Nurul Huda Batri, di Desa Kallabangan, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (25/9/2020). Petugas Polsek Duampanua masih menyidik kasus ini.

Kanit Reskrim Polsek Duampanua Ipda Suharman Tahir mengatakan, Fitri resmi tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara di Mapolsek Duampanua dan hasilnya telah memenuhi unsur pidana. Diketahui, akibat perbuatan Fitri, korban Asgan (47) mengalami luka lebam di punggung, dan patah patah jari manis saat hendak menghalau pukulannya.

"Kami sudah melakukan gelar perkara tadi. Kini, kami sudah naikkan kasusnya, dari tahap lidik, ke tahap sidik," kata Ipda Suharman Tahir di Pinrang, Jumat (25/9/2020).

Diketahui, Asgan dianiaya oleh seorang IRT di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, saat memimpin salat zuhur berjemaah di Masjid Nurul Huda Batri, Selasa (22/9/2020). Pelaku kemudian diamankan di Mapolsek Duampanua, Kamis (24/9/2020).

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memukul Asgan karena emosi. Pasalnya, korban telah menikahkan suaminya dengan perempuan lain tanpa sepengetahuannya.

Asgan juga mengakui telah menikahkan siri suami pelaku dengan perempuan lain di Desa Kaballangang. Pernikahan itu untuk menutupi aib, bukan untuk tinggal bersama.

"Memang suaminya pelaku ini dinikahkan dengan seorang perempuan di kampung ini. Tapi, tujuannya itu hanya sekadar menutupi aib, bukan untuk tinggal satu rumah," kata Asgan, Kamis (24/9/2020).

Asgan juga membenarkan, pernikahan dari suami pelaku ini dilakukan tanpa sepengetahuan pelaku. Hal inilah yang memicu emosi Fitri hingga berujung pada penganiayaan terhadap Asgan. Namun, pernikahan suami pelaku sempat disaksikan oleh kepala Desa Kaballangang.

"Memang pernikahan suami pelaku ini dilakukan tanpa sepengetahuan istrinya. Jadi, mungkin ini alasan pelaku menyerang saya. Tapi, pernikahan suami pelaku ini sempat dihadiri oleh kepala desa," kata Asgan.

Asgan menduga, pelaku Fitri sebenarnya tidak hanya menyasar dirinya, tapi juga kepala Desa Kaballangang. Sebab sepengetahuan dirinya, pelaku juga sempat mencari kepala desa ke Kantor Desa Kaballangang, Selasa (22/9/2020).


Editor : Maria Christina