Ibu Tampar Siswi SD di Makassar Jadi Tersangka dan Terancam 3 Tahun Penjara

Wahyu Ruslan ยท Minggu, 29 Desember 2019 - 22:15 WITA
Ibu Tampar Siswi SD di Makassar Jadi Tersangka dan Terancam 3 Tahun Penjara
Polsek Biringkanaya akhirnya menetapkan ibu penampar siswi SD tersangka. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNews.idPolsek Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan menetapkan Manting Daeng Ngawi (40) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap siswi SD berinisial DA (8).

Pelaku sebelumnya diamankan di rumahnya oleh tim Resmob Polsek Biringkanaya di kawasan Katimbang, Biringkanaya, Makassar dan langsung dibawa ke mapolsek untuk menjalani pemeriksaan, Minggu (29/12/2019).

Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Dia khilaf dan emosi hingga akhirnya melakukan tindakan pemukulan seperti dalam rekaman video yang telah beredar luas.

Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Bondan Wicaksono mengatakan, dari hasil perkara penyidik kemudian menetapkan status tersangka. “Tersangka dikenakan Pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 76 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 3 tahun enam bulan penjara,” katanya.

Meski demikian, kata dia, tersangka tidak ditahan sesuai aturan yang berlaku. Sehingga, tersangka akan dipulangkan ke rumahnya. Namun, kasus itu tetap berjalan.

Dia mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi saat penerimaan rapor di ruangan kelas pada Sabtu (28/12/2019).

Motif pelaku lantaran marah kepada korban karena pernah memukul anaknya (teman sekelas korban) dengan gagang sapu hingga benjol di bagian kepala.

“Pelaku ini awalnya mengonfirmasi kepada korban karena pernah membuat anaknya luka benjol di kepala. Hal itu terjadi secara tidak sengaja saat korban bermain sapu di ruang kelas dan terkena kepala anak dari pelaku. Pelaku tak terima hingga terjadi pemukulan,” ujar Bondan.

Tim UPTD Perlindungan Anak dan Perempuan Sulsel mengunjungi siswi SD korban penamparan emak-emak. (Foto: iNews/M Nur Bone)
Tim UPTD Perlindungan Anak dan Perempuan Sulsel mengunjungi siswi SD korban penamparan emak-emak. (Foto: iNews/M Nur Bone)

Setelah video penganiayaan itu viral di media sosial dan menyita perhatian publik, Tim Resmob Polsek Biringkanaya yang mendapat laporan dari korban pun bergerak menangkap pelaku.

Ayah DA, Harianto mengatakan, kasus pemukulan terhadap anaknya sudah dilaporkan ke polisi. “Tadi malam, ada polisi datang ke rumah. Terus saya buat laporan di kantor polisi,” katanya.

Setelah pemukulan itu, kata dia, kondisi anaknya sempat trauma dan luka lebam di bagian pelipis. “Sekarang sudah mulai membaik, tapi masih trauma,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki