Ibu Hamil di Bulukumba Meninggal setelah Ditolak Berbagai Rumah Sakit
BULUKUMBA, iNews.id - Manajemen RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba ikut angkat bicara terkait ibu hamil yang meninggal dunia. Korban tak mendapat perawatan intensif karena ditolak sejumlah rumah sakit, termasuk di Kota Makassar.
Kasus kematian ibu hamil berinisial H ini terjadi pada Rabu 9 Desember pekan lalu. Warga Kabupaten Bulukumba ini sebelumnya mendapat perawatan di puskesmas Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale.
"Ibu ini kondisinya memang gawat darurat. Puskesmas tetap melayani dan tetap berkomunikasi dengan rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Wahyuni, Minggu (13/12/2020).
Pasien H tidak bisa ditangani RSUD Sultan Daeng Radja gara-gara petugas medis di kamar operasi terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itu pelayanan di kamar operasi ditutup sementara.
Almarhumah dibawa ke rumah sakit Bantaeng, namun karena penuh pasien, puskesmas merujuk ke Kota Makassar. Namun dia tidak tahu menahu sistem untuk di Kota Makassar.
"Kami terbatas hanya sampai ke Bantaeng. Untuk di Makassar kami tidak tahu menahu lagi. Kejadian ini kan kasusnya emergency dan tidak membutuhkan sistem rujukan terpadu (Sisrud)," ujar Direktur RSUD Bulukumba, dr Rizal.
Sebelumnya ramai diberitakan, H yang hendak melahirkan meninggal dunia di Kota Makassar usai tak mendapat penanganan dari sejumlah rumah sakit. Rumah sakit yang dimaksud, sesuai keterangan kerabat H yakni, RS Labuang Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia.
Sesampainya di RSUP Wahidin, H sempat mendapat perawatan medis namun nyawanya tak tertolong. Ibu hamil ini pun meninggal dunia setelah ditolak berbagai rumah sakit.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal