Gigit 1 Keluarga, Anjing Gila yang Berkeliaran di Lebongnge Bone Dibunuh Warga

Bulan Sri Indra Maya ยท Senin, 17 Februari 2020 - 13:30 WIB
Gigit 1 Keluarga, Anjing Gila yang Berkeliaran di Lebongnge Bone Dibunuh Warga
Bocah di Bone yang menjadi korban gigitan anjing gila. (Foto: iNews/Bulan Sri Indra Maya).

BONE, iNews.id - Anjing gila yang mengigit lima orang dalam satu keluarga di Desa Lebongnge, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), mati dibunuh warga. Keberadaan anjing tersebut dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar.

Warga yang menjadi korban, Indosakka mengatakan, anjing tersebut akhirnya dibunuh oleh warga di kampungnya. Karena sudah mulai meresahkan, dan mereka khawatir akan ada korban selanjutnya nanti.

"Anjingnya sudah mati, dibunuh oleh warga," kata Indosakka kepada wartawan di RSUD Tenriawaru, Kabupaten Bone, Sulsel, Senin (17/2/2020).

Menurut dia, anjing tersebut memang kerap berkeliaran di sekitar kampung Desa Lebongnge. Hewan liar tersebut juga galak dan sering mengejar warga, bahkan sudah dianggap anjing gila.

Indosakka bersama suami dan anak cucunya menjadi korban gigitan anjing gila, Minggu (16/2/2020). Lima orang yang masih satu keluarga, dilarikan ke rumah sakit. Tiga di antaranya anak-anak yakni, Alfandi, Nuhafiya, dan Fika. Sedangkan dua orang dewasa, Indosakka dan Basri.

"Cucu saya luka di wajah dan dekat matanya. Anak saya Fika di kening dan matanya lebam. Kalau Alfandi di leher dan dagunya," ujar dia.

Kronologinya berawal saat tiga anak itu masing-masing Alfandi, Nurhafiya, dan Fika hendak pulang usai jajan di kios yang tak jauh dari rumahnya. Lalu di tengah perjalanan mereka diserang anjing tersebut.

Melihat cucu dan anaknya digigit anjing, Indosakka dan Basri berusaha menolong ketiga bocah itu. Namun, keduanya malah ikut diserang anjing itu. Untung warga langsung menolong mereka.

Saat ini kelima korban masih berada di rumah sakit. Satu di antaranya Nuhafiya yang baru berusia tiga tahun mengalami luka serius, bahkan dokter memintanya dirujuk ke Makassar untuk operasi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal