Fakta-Fakta Perampokan Disertai Pemerkosaan di Makassar, Selalu Incar Kosan Putri

Andi Deri Sunggu · Selasa, 08 Juni 2021 - 11:15:00 WITA
Fakta-Fakta Perampokan Disertai Pemerkosaan di Makassar, Selalu Incar Kosan Putri
Polisi menggelar perkara kasus perampokan disertai pemerkosaan di Makassar. (Foto: Antara).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi menangkap komplotan perampok sadis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum lama ini viral di media sosial. Kawanan ini berjumlah empat orang dan sudah beraksi di 11 TKP.

Polisi menembak dua orang pelaku karena melawan dan mencoba kabur dari sergapan petugas. Satu di antaranya merupakan eksekutor bernama Rizal, ditembak dua kali di kaki kanan dan kirinya.

Berikut fakta-fakta aksi perampokan disertai pemerkosaan di Makassar:

1. Dua Kali Perkosa Korban

Rizal bersama rekan-rekannya ini sudah 11 kali beraksi di sejumlah TKP. Dua di antaranya disertai pemerkosaan terhadap korban. Keduanya terjadi di wilayah Kecamatan Manggala pada 1 April dan 28 Mei.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku nekat memerkosa korbannya bila memang ada kesempatan. Dia juga mengancam perempuan tersebut dengan senjata tajam agar mau melayani nafsu bejatnya.

2. Selalu Incar Kosan Putri

Pelaku Rizal bersama rekannya Aswendi selalu mensurvei lokasi yang akan menjadi target aksi perampokan. Tempat yang mereka incar pasti kos-kosan putri. Bila dilihat situasinya aman, mereka pun menentukan waktu kapan beraksi.

3. Rampok Perhiasan sampai Ponsel

Keempat pelaku ditangkap di dua daerah. Tiga rekan Rizal diamankan di Kota Makassar. Sementara sang eksekutor di wilayah Galessong, Kabupaten Takalar.

Selain keempat pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti diduga hasil kejahatan mereka. Mulai dari kalung emas, gelang, jam tangan, puluhan ponsel berbagai merk, dan laptop.

4. Viral setelah Terekam CCTV

Aksi perampokan Rizal CS ini akhirnya viral setelah terekam kamera CCTV. Polisi pun menyelidiki kasus tersebut dan mendapati identitas pelaku hingga akhirnya bisa menangkap pelaku setelah 11 kali beraksi.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal