Eksekusi 2 Rumah Warga di Jeneponto Berujung Ricuh, Tergugat Menilai Pengadilan Salah Objek

Sulaiman Nai ยท Selasa, 24 Desember 2019 - 13:45 WIB
Eksekusi 2 Rumah Warga di Jeneponto Berujung Ricuh, Tergugat Menilai Pengadilan Salah Objek
Proses eksekusi rumah warga di Jeneponto nyaris berujung ricuh karena ada perlawanan dari pihak tergugat. (Foto: iNews/Sulaiman Nai).

MAKASSAR, iNews.id - Eksekusi dua unit rumah warga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), diwarnai kericuhan. Putusan pengadilan dinilai salah objek, karena luas lahan yang ada di dalam sertifikat tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Selain itu, tanah ini tidak ada sertifikatnya, dan memang belum pernah disertifikasikan," kata keluarga dari pihak tergugat, Hasrinadi, kepada wartawan di TKP eksekusi rumah, Kampung Tanru, Keluraham Monro-Monro, Kecamatan Binamu, Selasa (24/12/2019).

Dalam kasus tanah sengketa itu, warga atas nama Sodding per tanggal 3 Desember 2012 lalu menggugat sepupunya Bokoi Daeng Nambung dan Haris, dengan menggunakan sertifikat induk, tercatat luas area 250 meter persegi.

Sedangkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto, luas tanah di dalam sertifikat yang tertulis 300 meter persegi. Bukan hanya itu, lahan yang dieksekusi bahkan mencapai 312 meter persegi.

"Kami ingin ada keadilan. Ini sertifikat lain yang dipakai sebagai dasar putusan pengadilan," katanya.

Terkait tudingan pihak tergugat, Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto, Arief Karyadi mengatakan, putusan tersebut berdasarkan berita acara pemeriksaan. Selain itu, isi putusan sudah memiliki kekuatan hukum tetap hingga ke tingkat kasasi.

"Proses sengketa lahan ini juga sudah sangat lama sejak 2012. Jadi kami tetapkan, langsung dieksekusi hari ini," ujar Arief.

Eksekusi dua rumah di sana sebelumnya sempat tertunda selama empat jam, karena ada perlawanan dari pihak keluarga tergugat. Namun setelah ada pengawalan dari aparat Polres dan Kodim Jeneponto, proses eksekusi tersebut dapat berjalan lancar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal