Diduga Istri Selingkuh, Begini Kronologi Polisi Tembak Babinsa TNI di Jeneponto

Muhammad Arham Hamid, Sulaiman Nai ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 11:55 WITA
Diduga Istri Selingkuh, Begini Kronologi Polisi Tembak Babinsa TNI di Jeneponto
Rumah anggota Polrestabes Makassar Bripka Herman dijaga ketat Propam. (Foto: Dok iNews).

MAKASSAR, iNews.id - Motif polisi anggota Polrestabes Makassar menembak Prajurit TNI Kodim 1425/Jeneponto, karena kesal istrinya selingkuh dengan korban. Dua orang menjadi korban penembakan, yakni istri polisi tersebut dan selingkuhannya, Babinsa Desa Jombe.

Informasi yang dihipun iNews.id, kronologinya bermula saat pelaku Bripka Herman (47), anggota Sabhara Polrestabes Makassar, pulang ke rumahnya di wilayah Jalan Sungai Kelara, Kelurahan Empoang, Kecamatan Biramu, Kabupaten Jeneponto, Kamis (14/5/2020) malam.

Begitu sampai di rumah, dia curiga karena lampu rumah dalam keadaan mati. Kemudian terhadap motor trail parkir di depan rumah, sehingga dia diam-diam masuk ke dalam rumah dengan cara melompati pagar. Bripka Herman kemudian mendapati pintu rumahnya tidak terkunci.

Anggota dari Sabhara Polrestabes Makassar itu pun menuju ke kamar dan membuka tirai. Seketika itu dia mendapati istrinya, Hasniati, sedang berhubungan badan dengan prajurit TNI, Serda Hasanuddin. Seketika itulah pelaku Bripka Herman mengeluarkan tembakan peringatan.

Begitu mendengar tembakan tersebut, istrinya dan Serda Hasanuddin langsung berusaha merebut senjata api yang dipegang oleh Bripka Herman. Saat terjadi perebutan itu, dia melepaskan tembakan mengenai paha sang istri.

Sedangkan Serda Hasanuddin mengalami luka tembak sebanyak tiga kali, yakni di bagian lutut kanan dan kiri serta dada kanannya. Hingga kini kasus tersebut masih didalami tim gabungan baik dari TNI dan kepolisian.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal