Diduga Berkaitan dengan Praktik Santet, Polisi Amankan Boneka, Kain Pembakar Dupa, hingga Kartu Identitas Partai

Wahyu Ruslan · Selasa, 12 April 2022 - 19:42:00 WITA
Diduga Berkaitan dengan Praktik Santet, Polisi Amankan Boneka, Kain Pembakar Dupa, hingga Kartu Identitas Partai
Polisi menyita benda-benda yang diduga berkiatan dengan praktik santet di sebuah bangunan tua di Maros, Sulawesi Selatan. (Foto: Wahyu Ruslan)

MAROS, iNews.id – Sebuah bangunan tua bekas sekolah di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga menjadi tempat praktik ilmu hitam atau santet. Polisi menyita sejumlah benda yang berkaitan dengan praktik tersebut.

Sebelumnya bangunan ini terungkap setelah ada penggeledahan yang dilakukan masyarakat sempat viral di media sosial.

Polisi pun langsung turun ke lapangan untuk  mengamankan benda-benda yang dicurigai berkaitan dengan praktik ilmu hitam.

Benda-benda tersebut tersimpan rapi di salah satu ruangan di sekolah yang tak lagi difungsikan selama lima tahun tersebut.

Dibantu warga sekitar, petugas  mengangkat satu persatu benda-benda itu. Kemudian barang-barang ini dimasukkan ke dalam mobil dinas milik petugas untuk diamankan di Polsek Turikale, Maros

Benda-benda yang diamankan ini di antaranya berupa tempat pembakaran dupa, gelas, piring, boneka, batu yang dibungkus kain putih.

“Banyak macam-mcam. Al Quran, batu-batu, kain-kain,” kata Kapolsek Turikale, Kompol Ridwan Saenong, Selasa (12/4/2022).

Selain itu juga sejumlah foto-foto pria dan wanita serta kartu identitas anggota partai politik yang tersusun rapi di dalam sebuah wadah.

Petugas terpaksa mengamankan benda benda tersebut demi mengantisipasi hal hal yang tak diinginkan. Pasalnya warga kerap mendatangi lokasi bangunan tua itu untuk melihat benda-benda yang dicurigai sebagai media praktik ilmu hitam.

“Polisi mengambil tindakan agar masyarakat tidak mendatangi TKP. Kita Bawa ke Polsek. Nanti kita panggil pemiliknya. Jika tidak berkaitan dengan unsur pidana akan kita kembalikan,” ujarnya. 

Editor : Dita Angga Rusiana

Bagikan Artikel: