Dendam pada Suami, Perempuan di Sidrap Culik dan Bunuh Anak Tiri di Saluran Irigasi

Ichsan Anshari ยท Senin, 04 Mei 2020 - 21:00:00 WITA
Dendam pada Suami, Perempuan di Sidrap Culik dan Bunuh Anak Tiri di Saluran Irigasi
Tersangka Lia binti Lasinring, yang membunuh anak tirinya diperiksa di Mapolres Sidrap, Sulsel, Senin (4/5/2020). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

SIDRAP, iNews.id - Seorang perempuan asal Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), tega membunuh anak tirinya yang masih berusia lima tahun. Pelaku membunuh korban dengan cara diceburkan ke saluran irigasi lantaran dendam terhadap ayah korban yang tak lain suami pelaku.

Warga pun tidak menyangka perempuan berusia 39 tahun bernama Lia binti Lasinring ini merupakan pelaku pembunuhan korban berinisial H. Mayat bocah 5 tahun itu sebelumnya ditemukan hanyut di saluran irigasi di Kabupaten Sidrap, beberapa waktu lalu.

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan polisi Senin (4/5/2020), Lia binti Lasinring diketahui merupakan ibu tiri korban, istri pertama dari ayah korban. Pelaku selama ini menyimpan dendam kepada suaminya.

Pelaku yang sakit hati merencanakan aksi untuk membalaskan dendam kepada sang suami dengan menghabisi anak tirinya. Dia terlebih dulu menculik korban dan membawanya ke salurah irigasi. Di sana, pelaku lalu mendorong korban hingga terjatuh di saluran irigasi dan tewas.

“Saya dendam sama bapaknya, suamiku, banyak ucapannya yang bikin saya sakit hati. Saya dibilang pencuri uang dan banyak lagi yang bikin saya sakit hati dan dendam. Jadi saya dorong anak tiri saya ke saluran irigasi,” kata Lia binti Lasinring di Mapolres Sidrap, Senin (4/5/2020).

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Sidrap AKP Benny Pornika mengatakan, hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ibu bunuh anak itu. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kronologi pembunuhan korban.

“Kami masih periksa saksi-saksi, sementara ada tiga saksi. Salah satunya yang melihat tersangka masuk ke rumah korban,” ujar AKP Benny Pornika.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: