Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh di Barru, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan 2 Kali

Saharuddin ยท Jumat, 18 September 2020 - 21:04 WITA
Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh di Barru, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan 2 Kali
Para demonstran berlarian saat kericuhan di Barru, Sulsel, Jumat (18/9/2020). (Foto: iNews/Saharuddin)

BARRU, iNews.idDemonstrasi mahasiswa di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir ricuh, Jumat (18/9/2020). Polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan hingga dua kali untuk membubarkan massa.

Dari pantauan, ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Antikorupsi terlibat bentrokan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan massa lainnya saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri(Kejari) Barru. Lokasinya berdampingan dengan rumah jabatan bupati Barru.

Unjuk rasa yang semula damai berlangsung ricuh setelah sejumlah orang yang berada di dalam rumah dinas bupati berteriak-teriak. Teriakan itu membuat ratusan mahasiswa yang ingin pulang emosi sehingga terjadi bentrokan.

Peserta aksi pun terlihat kocar-kacir saat saling lempar batu dengan petugas Satpol PP atau warga yang berada di sekitar rumah dinass bupati Barru.

Aparat Polres Barru berusaha menghalau massa aksi untuk tidak masuk ke dalam rumah jabatan bupati. Petugas bahkan mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak dua kali untuk memukul mundur para demonstran.

Massa aksi ini juga sempat memblokir jalan selama lima jam dengan membakar ban mobil bekas di Trans Sulawesi. Dalam orasinya secara bergantian, demonstran mempertanyakan kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Bamba yang diduga dilakukan oknum mantan pejabat Kabupaten Pinrang pada tahun 2011 lalu.

“Kami meminta kepada mantan pejabat Pinrang bertanggung jawab atas kasus tersebut. Sebab, secara formil, dia menjadi kuasa pengguna anggaran atau kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pinrang, pada tahun 2011,” kata koordinator aksi, Maslim Sanja.


Editor : Maria Christina