Cari Akal, Tim Penyelamat Buaya Terlilit Ban di Sungai Palu Manfaatkan Drone

Antara ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 12:50 WIB
Cari Akal, Tim Penyelamat Buaya Terlilit Ban di Sungai Palu Manfaatkan Drone
Penampakan buaya terlilit ban bekas. (Foto: Antara).

MAKASSAR, iNews.id - Tim penyelamat buaya yang terlilit ban di Sungai Palu memanfaatkan drone untuk menyelamatkan reptil tersebut. Pesawat tanpa awak itu diikat bersama umpan berupa ayam dan pelampung, lalu diterbangkan mendekati target.

''Dengan drone itu, saya harap umpan akan dimakan. Lalu ada pelampung yang nantinya bisa diikuti pakai perahu," Matt Wright ahli buaya asal Australia di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (13/2/2020) sore.

Tim penyelamat buaya tersebut berasal dari berbagai elemen. Di antaranya, Balai Konservasi Sumberdaya alam (BKSDA) Sulteng dan NTT serta Polairud Polda Sulteng, yang dibantu oleh ahli buaya asal Australia, Mat Wright.

Pelampung yang dipasang bersama dengan umpan memang berfungsi untuk mengidentifikasi keberadaan buaya itu. Namun sayang, cara itu tetap tidak membuahkan hasil.

Tim selanjutnya menyusuri kembali Sungai Palu dengan menggunakan perahu karet milik Polairud Polda Sulteng. Petugas berharap, keberadaan buaya itu bisa segera diketahui, sehingga bisa ditangkap dan diselamatkan.

''Mudah-mudahan bisa menangkap secepatnya," ujar Matt.

Berbagai cara sudah dilakukan tim penyelamat, mulai dari memasang perangkap di jembatan II Palu, menyusuri Sungai Palu menggunakan perahu karet, serta memasang jala. Namun, sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.

Menurut tim ada beberapa faktor yang menjadi kendala saat proses evakuasi, seperti terlalu luasnya badan sungai, serta faktor ramainya warga yang menyaksikan langsung proses evakuasi yang sudah berlangsung hampir sepekan itu.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal