Banjir Bandang di Luwu Utara, Ahli: Waspadai Ledakan Kasus Covid-19
MAKASSAR, iNews.id - Bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), dinilai berpotensi menimbulkan ledakan kasus Covid-19. Sebab ada pergerakan terpusat ke daerah tersebut untuk kepentingan mendesak.
Ahli Epidemiologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Ridwan Amiruddin menilai, potensi peningkatan kasus secara signifikan terjadi di wilayah Luwu Raya, terutama di lokasi penanganan banjir bandang.
"Tercatat per tanggal 18 Juli ada kenaikan 41 kasus baru. Sementara pekan-pekan sebelumnya pertumbuhan kasus Covid-19 relatif terkendali dengan RT di bawah nol," ujar Ridwan di Kota Makassar, Sulsel, Selasa (21/7/2020).
Pemicu lainnya, kata dia, ada pergerakan populasi ke wilayah bencana dengan berbagai kepentingan yang sifatnya mendesak. Salah satunya mereka yang datang dari berbagai daerah sebagai relawan.
"Begitu banyak volunter dari wilayah episentrum Makassar dan kota lain, yang akan melewati beberapa kabupaten/kota menuju pusat bencana dan tentu akan berinteraksi dengan banyak orang," ujar dia.
Belum lagi kondisi di lokasi pengungsian dan posko penanganan bencana yang sulit menerapkan protokol kesehatan, di antaranya menjaga jarak satu sama lain. Kemudian fasilitas untuk kebersihan seperti MCK sangat minim.
"Evakuasi korban banjir pun dilakukan oleh petugas bersifat darurat dengan alat pelindung diri (APD) seadanya. Karena itu potensi tramsmisi penyakit, termasuk Covid-19 sangat besar," katanya.
Beberapa pekan ke depan, hasil analisisnya, potensi peningkatan kasus pasien positif akan mengalami peningkatan signifikan. Ledakan masalah sosial dan kesehatan ini perlu diwaspadai.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal