Banjir Bandang di Bantaeng dan Jeneponto, PLN Padamkan 70 Gardu Listrik

Antara, Andi Mohammad Ikhbal ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 18:34:00 WITA
Banjir Bandang di Bantaeng dan Jeneponto, PLN Padamkan 70 Gardu Listrik
Ilustrasi. PT PLN (Persero) Sulselrabar merawat sejumlah gardu listrik. (Foto: Humas PLN Sulselrabar)

MAKASSAR, iNews.id - Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat PLN terpaksa melakukan pemadaman listrik. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar memadamkan 70 gardu listrik di sejumlah wilayah.

Menurut General Manager PLN UIW Sulselrabar Ismail Deu mengatakan listrik harus dipadamkan sementara demi keselamatan warga di permukiman yang dilanda banjir di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng. Banjir sudah terjadi sejak Jumat (12/6/2020) petang.

"Pada pukul 19.00 WITA, kami mulai mengamankan aliran listrik agar tidak dialirkan terlebih dahulu ke lokasi-lokasi yang terendam banjir. Ini demi keselamatan warga yang sedang mengalami banjir," kata Ismail di Makassar, Sabtu (13/6/2020).

Adapun desa yang dilakukan pemutusan listrik mulai pukul 19.00 WITA di wilayah Kabupaten Jeneponto yakni Rumbia, Jombe, Sepanang, Munthe, Tino, Lebang Manai, Balang, dan Pallantikang.

Sementara sejumlah wilayah Kabupaten Bantaeng yang juga dilakukan pemadaman listrik yakni Onto, Kayu Loe, Bonto Sunggu, Bonto Saluang, Bonto Lebang, Kelurahan Bonto Attu, Bonto Cinde, Kelurahan Bonto Jai, Bonto Lanfkasa, dan Bonto Loe.

Ismail mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mematikan listrik dari miniature circuit breaker (MCB), mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan menempatkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

"Kemudian, menghubungi Contact Center 123 atau kantor PLN terdekat untuk memadamkan daerah terdampak banjir," katanya.

Setelah banjir surut, kata Ismail, PLN akan segera mengupayakan perbaikan serta penormalan secepatnya akibat banjir di Jeneponto dan Bantaeng. PLN juga mengimbau warga untuk menghubungi contact center PLN123 untuk dapat menyalakan kembali listrik.

Ismaik meminta masyarakat untuk memastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering setelah banjir surut. Dengan begitu, PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik yang akan dioperasikan dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik.

Banjir bandang di Bantaeng tersebut dipicu meluapnya Sungai Celedu pada Jumat malam (12/6/2020). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), banjir bandang menerjang tujuh kelurahan. Kelurahan tersebut masing-masing Kelurahan Pallantikan, Malililingi, Letta, Lembang, Bontosunggu, Bintiatu dan Bontorita. Tujuh kelurahan tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Benteng dan Kecamatan Bissapu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, selain karena luapan sungai, banjir juga disebabkan Cekdam Balang Sikuyu yang jebol pada sisi kanan akibat tak mampu menahan derasnya debit air yang terus naik.

"Banjir merendam tujuh kelurahan di Bantaeng," kata Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima iNews.id, Sabtu (13/6/2020).

Banjir setinggi paha orang dewas merendam rumah-rumah warga dan sejumlah fasilitas umum di sana. Lahan perkebunan, fasilitas umum dan jalan juga ikut terendam banjir.

Musibah ini mengakibatkan seorang korban tewas di Bantaeng, bernama Haerul Fatta Ampa (19), warga Kampung Beru, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sementara di Kabupaten Jeneponto yang juga terdampak banjir bandang, seorang korban tewas bernama Daeng Made, warga Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel telah berkoodinasi dengan dinas terkait dan berbagai komponen untuk proses assesment, pendataan dan evakuasi sejumlah warga yang terdampak. Sementara para warga yang terdampak diungsikan ke Rumah Dinas Bupati Bantaeng.


Editor : Maria Christina