8 Bulan Buron, Pengeroyok Warga Palopo Pakai Cara Ini untuk Kelabui Polisi

Sindonews, Chaeruddin ยท Senin, 22 Juni 2020 - 08:55 WIB
8 Bulan Buron, Pengeroyok Warga Palopo Pakai Cara Ini untuk Kelabui Polisi
Ilustrasi penangkapan. (Foto: Istimewa).

PALOPO, iNews.id - Seorang buronan polisi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya tertangkap setelah delapan bulan masuk daftar pencarian orang (DPO). Pelaku diduga terlibat aksi pengeroyokan pada Oktober 2019 dan selama ini keberadaannya sulit dilacak.

Pelaku, Ikra (24), selama ini kabur dengan cara berpindah-pindah tempat dari satu daerah ke daerah lainnya dalam waktu singkat. Penganiaya warga di Kota Palopo ini sudah menjadi buronan polisi selama delapan bulan dan baru kemarin diamankan petugas.

"Dia selama ini kabur dengan cara berpindah-pindah tempat," kata Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Andi Aris, Minggu (21/6/2020).

Ikra diamankan di Jalan Cakalang, Kelurahan Ponjale, Minggu dini hari kemarin. Mendapati informasi tersebut, petugas pun langsung mendatangi TKP dan akhirnya menemukan pelaku. Sempat ada perlawanan dari pemuda ini saat akan diamankan oleh petugas.

"Dilakukan upaya paksa dan penangkapan terhadap pelaku untuk selanjutnya pelaku mengakui dan membenarkan atas perbuatannya terhadap korban bernama Karnadi," ujar dia.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi pada 9 Oktober 2019 lalu, oleh korban bernama Karnadi. Warga tersebut melaporkan aksi pengeroyokan terhadap dirinya pada 8 Oktober 2019.

Saat itu, korban Karnadi, bersama pelaku Ikra dan beberapa orang lainnya sedang pesta minuman keras (miras). Diduga terpengaruh alkohol dan ada kesalahpahaman, pelaku bersama rekan-rekannya menganiaya korban.

Hasil visum menunjukan, Karnadi mengalami luka terbuka pada kepala bagian belakang, luka bengkak pada mata kanan, pipi kanan, serta luka gores pada hidung.

"Penyebabnya adalah miras. Bentrok di Mancani baru-baru ini juga dipicu miras. Saat ini kami kembali gencar melakukan razia miras guna menekan tingkat kriminalitas di Kota Palopo," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal