5 Remaja di Makassar Ditangkap karena Menyerang Permukiman dengan Lemparan Batu

Muhammad Nur Bone ยท Senin, 27 Juli 2020 - 09:39 WIB
5 Remaja di Makassar Ditangkap karena Menyerang Permukiman dengan Lemparan Batu
5 remaja di Makassar ditangkap polisi karena melakukan penyerangan terhadap permukiman penduduk. (Foto: iNews/Muhammad Nur Bone)

MAKASSAR, iNews.id – Lima pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi karena diduga menjadi pelaku penyerangan di sebuah permukiman padat penduduk. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda saat tidur pulas, Minggu (26/7/2020) malam.

Penangkapan kelimanya bermula dari tertangkapnya seorang pelaku penyerangan yang tertangkap usai kejadian. Sementara lima pelaku sempat kabur sebelum akhirnya ditangkap polisi.

Penangkapan kelima pelaku dilakukan di beberapa lokasi berbeda. Pertama, aparat Resmob Polsek Panakukkang menangkap Syahrul alias Bolang (20) di Jalan Tidung, Kota Makassar. Bolang ditangkap berasma dua pelaku lain saat tidur.

Selanjutnya, aparat menuju lokasi kedua yakni di Jalan Tamalate, Kota Makassar. Di lokasi tersebut, aparat berhasil mengamankan dua pelaku lain yang juga tengah tertidur pulas.

Selain mengamankan lima orang, aparat juga menyita dua unit sepeda motor yang dikendarai pelaku saat melakukan penyerangan permukiman. Sementara parang yang digunakan pelaku saat melakukan penyerangan tidak ditemukan. Pelaku mengaku sudah membuangnya usai beraksi.

Kepada polisi, Syahrul alias Bolang yang menjadi pelaku utama mengaku melempari rumah-rumah warga dengan batu. Akibatnya beberapa rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan.

Dia dan kawannya nekat menyerang permukiman lantaran sebelumnya, dia ditantang dan dianiaya oleh seorang pemuda yang berada di lokasi. Saat itu, pelaku tengah mencari teman dekat wanitanya.

Pelaku yang tak terima, lantas pulang dan mengajak rekan-rekannya untuk melakukan aksi balas dendam. Sayang, para pemuda ini gagal menemukan orang yang sebelumnya menganiaya pelaku.

Sebagai pelampiasan, Bolang melempari rumah warga yang menurutnya merupakan rumah orang yang menganiayanya.

“Saya cari pelaku yang pukul saya, tapi tidak dapat. Teman-teman merusak pakai batu,” katanya.

Usai menjalani interogasi dan penyidikan singkat, enam pelaku bersama barang bukti batu dan sepeda motor diserahkan ke Mapolsek Panakukkang guna proses hukum lebih lanjut.


Editor : Umaya Khusniah