Usai melakukan Uji Taxi, Ansory menjelaskan rancangan ini semakin sempurna. Pasalnya, pesawat dapat bergerak cukup mulus, dan dapat dikendalikan dari kokpit dengan baik. Selain itu tenaga yang dihasilkan juga telah memadai. Dia yakin pesawat ini dapat segera diterbangkan.
“Saya kira yang perlu dilengkapi adalah panel-panel kokpit, seperti penunjuk putaran mesin, penunjuk kecepatan, dan lain-lain. Jika peralatan tersebut telah terpasang, maka izin untuk uji terbang dapat segera diajukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Unhas Dwia Aries mengungkapkan rasa bangga atas berhasilnya Uji Taxi Pesawat Haerul. Setiap kali berkunjung ke kampus FT Unhas, selalu ada kemajuan pesawat ini.
Menurut laporan dari Tim PPH FT Unhas, ini adalah satu-satunya pesawat yang berhasil mencapai tahap Uji Taxi dari seluruh kampus di Indonesia.
“Ada beberapa kampus yang juga mengembangkan pesawat, namun belum ada yang sampai pengujian langsung. Meskipun nanti saya sudah bukan Rektor, insya Allah saya akan hadir menyaksikan juga Uji Terbang yang rencananya dilakukan di landasan pacu Malimpung, di Kabupaten Pinrang,” ujarnya.
Tim PPH FT Unhas merupakan inisiatif yang diambil oleh Unhas untuk mendampingi penyempurnaan pesawat yang dikembangkan oleh seorang pemuda Pinrang yang viral pada awal 2020. Proses pendampingan telah berlangsung selama dua tahun.
Editor : Dita Angga Rusiana
Artikel Terkait