Sementara itu, Kepala SPPG Topejawa Kabupaten Takalar, Alwi menyatakan pihaknya selama ini memastikan makanan yang disajikan dalam program MBG dalam kondisi bersih dan sehat.
"Kami di SPPG Topejawa yakin bahwa menu kami aman maka kami berinisiatif untuk memmanggi dinas kesehatan dan Labkesda untuk mengambil sampel kami, namun saat pengujian ternyata ditemukan kandungan boraks pada menu tahu," ujar Alwi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr. Nilal Fauziah membenarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan tersebut.
Dia menyebut kandungan boraks ditemukan pada tahu yang menjadi lauk dalam paket MBG. "Ada dua bahan yang kami periksa, yaitu tahu dan ayam. Tahunya mengandung boraks dan juga kami lakukan pemeriksaan terhadap formalin tetapi keduanya negatif," ucap dr. Nilal Fauziah.
Dinas Kesehatan Takalar selanjutnya mengimbau petugas SPPG agar lebih dahulu memeriksa sampel makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan makanan yang dibagikan dalam program MBG aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait