Ketua DPRD Tana Toraja, Kendel Rante meminta operasional dapur MBG yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut dihentikan sementara. Penghentian dinilai diperlukan agar proses evaluasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan risiko terhadap penerima makanan lainnya.
DPRD juga meminta pemerintah dan Satgas MBG mengevaluasi seluruh proses pengolahan makanan. Pemeriksaan mencakup bahan makanan, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada siswa.
"Kita mengharapkan pemerintah daerah semua kegiatan ini dihentikan sementara," ujar Kendel Rante.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan menu MBG yang diberikan kepada siswa memenuhi standar keamanan dan tidak kembali menimbulkan gangguan kesehatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 159 siswa di Tana Toraja mendapat penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi makanan MBG.
Para korban mendapatkan penanganan dengan kondisi berbeda, mulai dari rawat inap, rawat jalan, hingga observasi. Mereka dirawat di tiga rumah sakit yang berada di Kota Makale, Tana Toraja.
Selain siswa, sejumlah guru yang ikut mengonsumsi menu MBG juga mengalami keluhan kesehatan. Salah satu korban mengaku mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap makanan yang dibagikan.
DPRD Tana Toraja menilai evaluasi terhadap dapur MBG harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Hasil evaluasi nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan operasional dapur MBG sekaligus memastikan program makanan bergizi bagi siswa tetap berjalan dengan mengutamakan keamanan dan kesehatan penerima.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait