Puluham makan di Takalar hilang dan terbongkar akibat abrasi. (Foto:Bugma/iNews)

Ia pun meminta kepada pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk membangun pemecah ombak agar makam keluarga pahlawan nasional ini tidak terkana abrasi.

"Sekarang sudah 7 meter, jika ini tidak cepat dibikin pemecah ombak, saya yakin 1 tahun lagi akan hancur," ujarnya. 

Menurutnya, abrasi hingga gelombang air pasang tinggi terparah ini terjadi sejak satu tahun terakhir dan terparah di dua dusun yakni Dusun Punaga dan Dusun Malelaya Desa Punaga, Takalar. 

Dengan adanya abrasi ini, warga berharap agar pemerintah segera melakukan penanggulangan abrasi di sepanjang bibir pantai Desa Punaga. 

Sebab, abrasi dan gelombang air pasang kini terus mengancam permukiman warga  terlebih lagi karena sudah merusak dan menghilangkan banyak makam.


Editor : Candra Setia Budi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network