“Sama warga dan sama keluarga juga. Ceramahnya juga bagus. Silaturahimnya semoga berjalan lancar seterusnya sampai tahun depan,” katanya.
Selain menjadi sarana ibadah, penyelenggaraan salat Idul Fitri ini juga mencerminkan kepedulian dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat untuk merayakan hari kemenangan dalam suasana yang terbuka dan inklusif. Pendekatan seperti ini dinilai mampu memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun kepercayaan di tengah masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan warga lainnya, Andi Mardin, yang melihat keterlibatan berbagai unsur masyarakat sebagai nilai penting dari kegiatan ini.
“Saya rasa komponen-komponen terlibat, jadi bukan soal ramainya tadi ya, tapi keterlibatan berbagai aspek, berbagai komponen di dalam event Hari Raya Idul Fitri ini yang diselenggarakan mungkin baru pertama kalinya oleh Partai Perindo,” ucapnya.
Melalui momentum ini, perayaan hari besar keagamaan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menciptakan hubungan yang lebih harmonis sekaligus mendukung pembangunan daerah yang inklusif.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait