"Saat mereka mencoba menyeberang, kondisi alam berubah sangat cepat. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak memaksakan diri beraktivitas di sungai jika kondisi cuaca di hulu terlihat mendung," kata AKP Awal.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Makassar bersama TNI dan Polri langsung melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan kejadian tersebut. Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan.
Memasuki hari kedua, lebih dari 50 personel dikerahkan untuk menyisir aliran sungai sejauh 4 kilometer. Proses pencarian juga dibantu menggunakan drone untuk pemantauan dari udara.
Petugas menyebut lokasi kejadian bukan merupakan area yang direkomendasikan untuk wisata. Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di alam terbuka.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait